Nusantara

Jasa Tirta Hentikan Hujan Buatan di Asahan

Senin, 17 July 2017 14:25 WIB Penulis: Bagus Suryo

MI/BAGUS SURYO

PERUSAHAAN Umum Jasa Tirta (PJT) 1, Kota Malang, Jawa Timur menghentikan sementara hujan buatan di daerah tangkapan air Danau Toba atau daerah aliran sungai (DAS) Asahan, Sumatera Utara.

Teknologi modifikasi cuaca (TMC) itu terpaksa dihentikan setelah sebelumnya sudah dilakukan pada Mei-Juni lantaran potensi awan dinilai kurang mendukung.

"TMC akan dilaksanakan kembali menunggu hasil pengamatan klimatologi yang dilaksanakan BMKG dan BPPT. Diperkirakan triwulan III 2017 potensi awan cukup baik untuk dilaksanakan TMC," tegas Kepala Bagian Humas PJT 1 Malang, Jatim, Inni Dian Rohani kepada Media Indonesia, Senin (17/7).

Ia menjelaskan hujan buatan sesuai perencanaan selama 90 hari yang dimulai Mei di daerah tangkapan air Danau Toba atau daerah aliran sungai (DAS) Asahan. Pelaksanaannya dalam mengantisipasi el nino atau kemarau panjang bekerja sama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Sejak 3 Juni dihentikan sementara. BMKG dan BPPT menyatakan sampai September-Oktober potensi awan kurang optimal untuk pelaksanaan TMC," katanya.

Hujan buatan akan dilanjutkan lagi sebagai upaya untuk mempertahankan peran Sungai Asahan yang berfungsi memenuhi kebutuhan sehari-hari, irigasi pertanian rakyat seluas 36.162 hektar, pembangkitan energi listrik 7,2 M kWh/tahun dan pariwisata dari kerentanan atas kekeringan yang diramalkan bakal terjadi tahun ini.

Ia mengungkapkan sejauh ini TMC sebagai solusi dalam menambah ketersediaan air baku sekaligus meningkatkan elevasi Danau Toba guna menjaga ketahanan pangan dan energi.

PJT 1 adalah BUMN yang melakukan kegiatan usaha memberikan pelayanan untuk penyediaan air baku diantaranya untuk PLTA, PDAM dan Industri. Wilayah kerjanya meliputi Wilayah Sungai (WS) Toba Asahan, WS Serayu Bogowonto dan WS Jratun Seluna termasuk WS Brantas dan Bengawan Solo.(OL-6)

Komentar