Ekonomi

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Stagnan

Senin, 17 July 2017 14:20 WIB Penulis: Antara

ANTARA/Dhoni Setiawan

TINGKAT ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio per Maret 2017 sebesar 0,393, relatif stagnan dibandingkan gini ratio pada September 2016 yang mencapai 0,394.

"Gini ratio stagnan, hampir tidak mengalami perubahan dibandingkan September 2016," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta, Senin (17/7).

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,397, juga hanya turun sebesar 0,004 poin.

Menurut Suhariyanto, untuk mengurangi tingkat ketimpangan memang memerlukan upaya ekstra dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Bukan upaya mudah menurunkan gini ratio ini, karena membutuhkan roadmap jangka panjang. Gini ratio pun kalau mau dilihat perkembangannya ya minimal tiga tahun baru kelihatan," katanya.

Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 0,407, turun dibanding Gini Ratio September 2016 yang sebesar 0,409 dan Gini Ratio Mare 2016 yang sebesar 0,410.

Sementara itu, Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 0,320, naik dibanding Gini Ratio September 2016 yang sebesar 0,316 dan turun dibanding Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,327.

Pada Maret 2017, distribusi pengeluaran pada kelompok 40% terbawah adalah sebesar 17,12%. Artinya, pengeluaran penduduk masih berada
pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,04% yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang.
Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,36% yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah.

Untuk tingkat ketimpangan berdasarkan provinsi, tingkat ketimpangan tertinggi yaitu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan gini ratio mencapai 0,432. Sementara provinsi yang tingkat ketimpangannya paling rendah yaitu Provinsi Bangka Belitung dengan gini ratio 0,282.

Salah satu ukuran ketimpangan yang sering digunakan adalah gini ratio yan nilainya berkisar 0-1. Semakin tinggi nilai gini ratio, menunjukkan
ketimpangan yang semakin tinggi. (OL-6)

Komentar