Polkam dan HAM

Vonis Penjara 4 Tahun 3 Bulan untuk Pejabat Bakamla

Senin, 17 July 2017 14:05 WIB Penulis: Damar Iradat

Terdakwa kasus suap pengadaan alat monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi -- MI/Arya Manggala.

DEPUTI Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi divonis 4 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Yohanes Priyana saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (17/7).

Dalam menjatuhkan vonis, majelis hakim mempertimbangkan berbagai hal. Hal yang memberatkan yakni, perbuatan Eko tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sementara itu, pertimbangan yang meringankan, Eko dinilai bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan, mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum, dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Selain itu, majelis hakim juga menolak permohonan Eko untuk menjadi justice collaborator. Pasalnya, sampai proses penuntutan, tidak ada tindak lanjut atas permohonan tersebut.

Majelis hakim menyatakan Eko terbukti menerima suap dari Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah terkait proyek pengadaan satelit monitoring Bakamla.

Pemberian suap dilakukan dua tahap. Pertama dilakukan pada 14 November 2016 sebesar USD10.000 dan 10.000 Euro. Kemudian, pada 15 Desember 2016 sebesar SGD100.000 dan SGD88.500.

Putusan yang diberikan oleh hakim lebih ringan dari yang dituntut jaksa KPK. Sebelumnya, jaksa KPK menuntut agar Eko dihukum lima tahun penjara.

Terkait putusan hakim, Eko mengaku menerima putusan tersebut. "Pendirian saya, saya menerima putusan yang baru saja dibacakan," kata Eko. (MTVN/X-12)

Komentar