Megapolitan

Kubu Hary Tanoe Optimistis Praperadilannya Dikabulkan

Senin, 17 July 2017 12:55 WIB Penulis: Arga Sumantri

MI/Arya Manggala

KUASA Hukum Hary Tanoesoedibjo, Munathsir Mustaman optimistis hakim bakal menerima gugatan praperadilan. Ia menilai serangkaian keterangan saksi dan bukti pada sidang sebelumnya telah menguatkan gugatannya.

"Berdasarkan keterangan saksi fakta dan ahli, kami optimistis," kata Munathsir sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/7).

Ia mengatakan, ada beberapa kejanggalan dalam proses hukum terhadap kliennya terkait kasus dugaan mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan pendek (SMS). Misalnya, kadaluarsanya surat perintah penyidikan (Sprindik) dari Kejaksaan.

Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 130/PUU-XIII/2015, kata dia, Sprindik harus disampaikan pada terlapor, pelapor, dan pihak terkait selambat-lambatnya 40 hari.

"Sprindik keluar tanggal 5 Mei 2017, baru disampaikan 20 Juni 2017," jelas Munathsir.

Munathsir juga menyebut, tidak ada hasil digital forensik dalam pengusutan kasus ini. Dengan begitu, bukti yang ada, kata dia, kurang kuat.

Hari ini hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar bakal memutuskan nasib gugatan praperadilan Hary Tanoesodibjo. Sedianya, sidang dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB, namun sampai pukul 10.45 WIB, sidang belum juga dimulai.

Hary Tanoe melawan. Ia menggugat penetapan tersangkanya atas kasus dugaan sms ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Hary ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Juni 2017. (MTVN/OL-6)

Komentar