Humaniora

RI Raih Satu Emas di Olimpiade Kimia

Senin, 17 July 2017 11:13 WIB Penulis: Syarief Oebaidillah

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengalungkan medali saat menyambut peraih medali emas Olimpiade Kimia Internasional Dean Fanggohans di SMAN 8, Pekanbaru, Senin (17/7)---ANTARA/FB Anggoro

TIM Indonesia yang terdiri atas sejumlah pelajar sekolah menengah atas (SMA) berhasil meraih 1 emas dan 3 perak dalam Olimpiade Kimia Internasional atau International Chemistry Olimpiade (Icho) ke-49 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, 6-15 Juli 2017.

"Ini prestasi yang sangat membanggakan karena berhasil meraih satu emas dan tiga perak," ujar Kasubdit Peserta Didik Direktorat SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Suharlan, di Jakarta, kemarin (Minggu, 16/7).

Medali emas diraih Dean Fanggohans (SMAN 8 Pekanbaru). Sementara itu, medali perak diraih Fahmi Naufal Rizki (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan), M Ridho Setiyawan (SMAN 1 Tahunan, Jawa Tengah), dan Mario Lorenzo (SMAK BPK Penabur Gading Serpong).

Kompetisi itu diikuti 80 negara dari seluruh dunia. Pada Icho tahun lalu di Georgia, Indonesia meraih 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Dalam kompetisi itu, kemampuan setiap siswa diuji dalam bidang teori dan keterampilan kala melakukan percobaan (praktik) di laboratorium.

Sementara itu, pada Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad/Ipho) ke-48 yang digelar di Yogyakarta pada 16-24 Juli, Indonesia mengikutsertakan lima siswa terbaik hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan pembinaan pada 2016. Mereka ditargetkan dapat meraih lima medali emas.

"Kami berharap, di Ipho tahun ini, pelajar Indonesia dapat meraih prestasi yang lebih membanggakan dan kita sukses dalam penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi," kata Direktur Pembinaan SMA, Kemendikbud, Purwadi Sutanto, kemarin (Minggu, 16/7).

Purwadi menyatakan penyelenggaraan kompetisi pelajar SMA internasional itu sekaligus dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia aman, ramah, dan bersahabat.

Selain berkompetisi, para peserta akan diajak mengikuti wisata edukatif dengan mengunjungi Candi Borobudur dan bekas jejak erupsi Gunung Merapi. Tempat itu sangat berkaitan erat dengan ilmu fisika.

Sekretaris Ipho 2017, Samsyu Rosyid, menambahkan suasana Yogyakarta yang khas akan memberikan kesan yang kuat kepada seluruh peserta tentang harmoni antara gaya hidup masa kini, pendidikan berkualitas tinggi, suasana alam yang menarik, dan peninggalan budaya bersejarah. (Bay/Ant/H-3)

Komentar