Megapolitan

Pengacara Anggap Hary Tanoe Tak Layak Menjadi Tersangka

Senin, 17 July 2017 11:11 WIB Penulis: Ilham Wibowo

MI/Arya Manggala

KUASA hukum Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe), Munatsir Mustaman optimis upaya praperadilan yang ditempuh di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) hari ini akan membuahkan hasil yang terbaik. Ia menganggap penetapan status tersangka terhadap Bos MNC Group itu tidak layak.

"Kami menganggap kasus ini tidak layak diteruskan sampai ke tingkat penyidikan atau penetapan tersangka," kata Munatsir saat dihubungi, Senin (17/7).

Munathsir menilai ada pelanggaran prosedur dilakukan Polri dalam proses penyidikan kasus SMS ancaman. Ada empat poin kesimpulan yang telah disampaikan kepada majelis hakim sidang yang dipimpin hakim tunggal Cepi Iskandar itu.

"Pertama penyampaian surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang lewat waktu. Kedua, lemahnya keweangan penyidikan. Sebagaimana di UU ITE Pasal 43 bahwa dalam kasus ITE, yang berwenang menyidik adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS Kementerian Komunikasi dan Informatika), Polri hanya mengkoordinasikanm," paparnya.

Munathsir juga mempersoalkan alat bukti yang dijadikan bahan penyelidikan Polri. Selain itu, hasil visum telah terjadi ancaman secara psikologi maupun fisik tidak dilampirkan dalam proses penyelidikan laporan Jaksa Yulianto.

"Kami melihat alat bukti yang ada di kasus ini belum melalui yang namanya digital forensik, jadi kami menganggap alat bukti yang ada tidak sah atau tidak bisa dipakai sebagai alat bukti. Keempat bahwa laporan ini karena adanya ancaman, kami melihat kalau merasa terancam di laporan itu ada yang namanya rekam medis," tuturnya. (MTVN/OL-6)

Komentar