Megapolitan

Pembangunan Tol Susun Jakarta-Cikampek Tambah Kemacetan

Senin, 17 July 2017 10:48 WIB Penulis: Gana Buana

ANTARA/Risky Andrianto

PEMBANGUNAN Tol Susun Jakarta-Cikampek ruas Tol Jakarta-Cikampek sudah dimulai sejak Kamis (6/7). Sembilan titik ruas jalan mengalami penyempitan sehingga akan menambah kemacetan.

Asisten Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, Dwimawan Heru, menjelaskan sembilan titik penyempitan jalur tersebut antara lain berada di Km 25+400 (Cibitung), Km 26+200 (Cibitung), Km 27+50 (Cibitung), dan Km 28+000 (Cibitung).

Titik lain ada di Km 29+700 (Cikarang Utama), Km 31+800 (Cikarang Barat), Km 33+100 (Cikarang Barat), Km 36+750 (Cibatu), serta Km 37+400 (Cikarang Timur). "Saat ini alat berat sudah masuk untuk membongkar penghalang di tengah jalur," katanya, kemarin (Minggu, 16/7).

Heru menjelaskan pembongkaran menyebabkan penyempitan jalan dan kemacetan lalu lintas. Sebabnya, lajur empat atau jalur cepat sudah digunakan sebagai lokasi pembangunan.

Tol susun dibangun sepanjang 36 kilometer mulai Simpang Susun Cikunir hingga Karawang Timur. Karena itu, Heru meminta pengendara untuk memperhatikan lokasi penyempitan lajur yang dilakukan petugas melalui rekayasa marka dengan pengalihan lajur empat ke lajur tiga dan seterusnya.

"Di titik-titik tersebut, Jasa Marga telah membangun lajur baru di bahu jalan untuk mengganti bergesernya lajur empat ke lajur tiga dan seterusnya," kata Heru.

Ruas Tol Jakarta-Cikampek bakal mengalami kemacetan hingga 2019 karena empat megaproyek berlangsung sekaligus. Proyek itu meliputi Layang Tol Jakarta-Cikampek II, light rail transit (LRT), kereta cepat Jakarta-Bandung, dan Tol Cibitung-Cilincing.(Gan/J-2)

Komentar