Ekonomi

Lepas Saham 30%, Garuda Perkirakan IPO GMF Aero Asia pada September

Senin, 17 July 2017 10:38 WIB Penulis: Ant/E-1

Sejumlah tenaga teknik PT Garuda Maintenance Facility (GMF) melakukan perawatan pesawat di hangar empat, Tangerang, Banten. GMF Aero Asia sedang melakukan proses pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2017. -- ANTARA FOTO/Lucky R.

Anak usaha usaha PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia sedang melakukan proses pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.

“IPO GMF Aero Asia sedang proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah mulai melakukan registrasi kepada perusahaan efek dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi ini proses menyiapkan registrasi dan menyiapkan prospektus,” ujar Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pahala mengharapkan proses pelaksanaan IPO itu dapat selesai pada September mendatang. Rencananya, anak usaha BUMN itu akan melepas sekitar 15% hingga 30% saham baru yang akan ditawarkan ke masyarakat.

Ia memaparkan bahwa dana yang diraih dari hasil IPO itu akan digunakan untuk memperkuat keuangan dan modal untuk investasi GMF Aero Asia pada proyek-proyek baru yang akan dikerjakan.

“Ada cukup banyak proyek pengembangan yang akan dilakukan GMF Aero Asia, termasuk juga yang sifatnya anorganik, yang dalam artian melakukan joint venture dan beberapa eksekusi lainnya,” paparnya.

Ia menambahkan, GMF Aero Asia tetap akan memperkuat portofolio bisnisnya di komponen dan mesin, selain mempertahankan performansi bisnis airframe, dan juga mempercepat implementasi milestone perusahaan yang dapat berdampak positif.

“Pengembangan ke depannya adalah engine workshop yaitu kita melakukan perbaikan untuk mesin karena di sinilah harapannya kita memiliki nilai tambah lebih besar. Jadi kita akan melakukan pengembangan bisnis yang sebelumnya masih sedikit,” katanya.

Dalam aksi korporasi itu, GMF Aero Asia menunjuk beberapa perusahaan efek untuk menjadi penjamin pelaksana emisi (underwriter) IPO, di antaranya Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Bahana Sekuritas. (Ant/E-1)

Komentar