Olahraga

Senam Lampaui Target dari ASG 2017

Ahad, 16 July 2017 19:33 WIB Penulis: Asni Harismi/Laporan dari Singapura

Kemenpora

HASIL yang mengejutkan ditorehkan oleh pesenam putri Indonesia Muthia Nur Cahya dalam pertandingan hari kedua ASEAN School Games 2017, Minggu (16/7).

Bertempat di Gymnastic Hall Bishan Stadium, remaja berusia 15 tahun itu meraih medali emas nomor meja lompat putri mengalahkan pesaing terberatnya dari Vietnam (perak) dan Malaysia (perunggu).

Hasil yang diraih Muthia cukup mengejutkan karena ia sebelumnya sama sekali tidak dipatok mendapat medali di ASG ke-9 ini. Bahkan, pencapaian Muthia itu membuat cabor senam melampaui target mereka di ASG 2017 Singapura ini.

Sebelumnya, mereka hanya membidik 2 perunggu, namun hingga hari kedua kemarin sudah mengoleksi 1 emas dan 2 perunggu.

Manajer tim senam Indonesia di ASG 2017 Dian Bayu Arifin menyatakan bangga terhadap pencapaian para atlet.

"Hasil ini sungguh tidak disangka. Muthia hari ini bermain sempurna, dia masih muda, tapi tahun depan bisa masuk senior untuk go internasional ke SEA Games atau ASIAN Games," ujar Dian.

Hasil ini melengkapi pundi-pundi medali Indonesia yang mulai terkumpul di hari kedua itu. Hingga pukul 19.00 waktu Singapura, Indonesia setidaknya sudah mengantongi tambahan 8 medali emas, 7 perak, 7 perunggu sehingga kini total mengumpulkan 13 emas, 13 perak, dan 13 perunggu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga menargetkan membawa pulang 30 emas dari ASG 2017 ini.

Selain Muthia, atlet lain yang mengantongi medali emas di hari kedua ialah Paolo Hernandez (bolong single putra) serta Idan Fauzan Richsan (cabang atletik nomor lompat tinggi galah putra dengan lompatan setinggi 5 meter).

Selain itu, cabang renang juga terus melepaskan dominasinya di kolam Singapore Sport School dengan menyabet 5 medali emas sehingga sampai hari kedua, Minggu (16/7) sudah mengumpulkan 10 medali emas.

Lima emas dari cabor renang dipersembahkan oleh Azzahra Permatahani (400 meter gaya ganti putri), Adinda Larashati (200m gaya bebas dan 100m gaya kupu-kupu putri), Felicia Angelica (100m gaya dada putri), dan Daniel Setyawan (100m gaya punggung putra). Selain itu, renang juga melengkapinya dengan 2 perak dan 2 perunggu.

Sayangnya, hasil ini belum bisa diikuti oleh cabor lain. Di lapangan bulutangkis, tim beregu putra gagal melaju ke final setelah kalah dari Singapura. Untungnya, Indonesia masih membuka peluang emas setelah sektor beregu putri mampu melaju ke final pascamenyingkirkan Filipina di 4 besar.

Di lapangan tenis, kontingen 'Merah-Putih' yang memainkan dua partai final (putra dan putri) harus menyerah sama-sama dari Thailand. Di sektor putra, Indonesia kalah 1-4, sedangkan di putri harus menyerah 2-3 dalam pertarungan yang berlangsung ketat.

"Saya sebetulnya menginginkan emas, terutama dari sektor putri, apalagi kita sudah sangat dekat karena sempat leading, tetapi anak-anak sudah berjuang maksimal dan kita sangat apresiasi itu. Semoga kami bisa lebih beruntung di nomor individu," tandas pelatih tenis Indonesia, Suharyadi. (OL-6)

Komentar