Internasional

Kemenlu Serahkan WNI ISIS ke BNPT dan Polri

Ahad, 16 July 2017 14:50 WIB Penulis: Irene Harty

MI/BARY FATAHILLAH

OTORITAS Turki mengaku telah menangkap 435 warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat kelompok Negara Islam (ISIS) beberapa waktu lalu. Itu adalah kali kedua setelah 152 WNI dideportasi pada bulan lalu dan telah dipulangkan ke desa masing-masing.

Mereka yang dipulangkan telah melalui program deradikalisasi yang diusung Kementerian Sosial. Namun dunia masih khawatir akan ketidakefektifan program tersebut karena beberapa dari mereka masih berpotensi melakukan tindakan teror.

Maka dari itu, Indonesia bersama kontra terorisme Australia sedang menggodok undang-undang baru bagi WNI yang bergabung dengan kelompok teror asing akan dipenjara maksimal 15 tahun.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu M Iqbal mengungkapkan deportasi memang harus dilakukan.

Menurutnya, undang-undang tidak membolehkan WNI menjadi stateless sehingga Kementerian Luar Negeri tetap harus memberikan dokumen perjalanan sampai akhirnya memulangkan mereka.

"Setibanya di Jakarta kita serahkan kepada BNPT dan POLRI untuk dilakukan asessment dan dipantau atau ditindak sesuai hasil assessment tersebut," tuturnya kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (16/7).

Menurut data Kementerian Luar Negeri RI jumlah WNI yang dideportasi hingga 430 orang yang langsung diserahterimakan kepada BNPT dan Polri. (OL-6)

Komentar