Humaniora

Kembalikan Masyarakat untuk Hidup Sehat

Ahad, 16 July 2017 10:24 WIB Penulis: Akmad Novriwan

Menko PMK Puan Maharani mewakili Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Satya Lencana Pembangunan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota saat penutupan peringatan Harganas XXIV---ANTARA/Ardiansyah

KEPALA daerah, mulai gubernur, bupati, wali kota, pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diminta bergotong royong dalam mengembalikan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

Setiap keluarga juga diminta membangun generasi berkualitas. Keluarga juga harus menjadi tempat utama dan pertama dalam mendidik anak. Asah, asih, dan asuh yang diberikan keluarga akan menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas.

Pendapat itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty pada peringatan ke-24 Hari Keluarga Nasional (Harganas), di PKOR Way Halim Bandar Lampung, Lampung, kemarin.

Pada acara bertema Dengan Harganas kita bangun karakter bangsa melalui keluarga yang berketahanan itu, hadir pula Gubernur Provinsi Lampung M Ridho Ficardo dan Ketua Umum tim Penggerak PKK Nasional Erni Guntarti.

"Pembangunan tidak hanya terfokus pada infrastruktur, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga masyarakat Indonesia bisa unggul di internasional. Pada hakikatnya pilar pembangunan nasional berawal dari pembangunan keluarga," ujar Puan.

Menurut cucu Presiden Soekarno itu, pemerintah telah meningkatkan bantuan untuk keluarga prasejahtera agar mereka bersemangat menjalani hidup sehat. Dalam gaya hidup sehat, lanjut Puan, harus ada keseimbangan pola makan, yakni memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna (karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu).

Generasi berkualitas
Di tempat yang sama, Surya Chandra meminta keluarga Indonesia terus berupaya meningkatkan ketahanan di dalam keluarga masing-masing sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih berkualitas. Ia juga berharap angka kelahiran total dapat turun dari rata-rata nasional 2,6 menjadi 2,3.

Menurutnya, Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi apabila SDM yang dihasilkan berkualitas. Ia mengakui program KB makin melemah sejak reformasi. "Melalui program KB, setiap keluarga Indonesia diharapkan memiliki rata-rata dua anak demi mewujudkan penduduk tumbuh seimbang (PTS) pada 2025 dan angka fertilitas total (TFR) 2,1, serta angka reproduksi neto (NRR) 1.

"Pada acara itu, Puan membagi-bagikan sepeda Presiden Joko Widodo dengan mengadakan kuis untuk menyebutkan 10 program pokok PKK. Namun, sayangnya, tidak satu pun kader PKK dari Lampung yang bisa menjawab. Hadiah sepeda diboyong kader PKK dari Tegal, Jawa Tengah. (Ind/EP/X-7)

Komentar