Gaya Urban

Meresapi Keseksian Gerak ala Angola

Ahad, 16 July 2017 02:01 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/Adam Dwi

DELAPAN belas orang itu dibagi dalam dua kelompok. Sebagian bergerak berpindah-pindah ke masing-masing sembilan orang lainnya yang berada tetap di titik-titik tertentu. Namun, semuanya larut dalam gerakan-gerakan sebuah tarian pergaulan yang cukup sensual.

Tarian yang diajarkan Kamis (6/7) itu di V-Danse Studio, Jakarta, ialah Kizomba Dance atau Tari Kizomba. Berasal dari Angola, tarian muda-mudi ini memang terkenal dengan gerakan yang luwes dan seksi. Sekilas Kizomba Dance mirip Salsa karena langkah kaki yang maju mundur atau menyamping dan menyilang sambil menggoyangkan pinggul. Namun, Kizomba tampak lebih santai dan, jika melihat video-video Tari Kizomba di internet, terdapat karakter nge-pop karena banyak pula gerakan-gerakan tari sensual masa kini.

Pada hari itu gerakan yang diajarkan masih dalam level pemula. “Dalam satu pemutaran lagu, biasanya ada 8-11 gerakan tergantung kebutuhan dan durasi lagu. Kalau hari ini, ada sekitar 10 gerakan yang sifatnya lebih ke level beginner atau pemula,” jelas instruktur Kizomba Dance Virginie Petricola kepada Media Indonesia. Kesepuluh gerakan tersebut dilakukan sambil berpindah-pindah pasangan.

Namun, perpindahan pasangan ini sesungguhnya bukan keharusan dalam Kizomba Dance, melainkan variasi latihan yang dipilih Virgie--panggilan akrabnya. Instruktur asal Prancis itu melakukannya untuk menghindari kebosanan.

“Karena di sini tidak hanya gerakan saja yang perlu dihafal, tetapi gerakan dan lekukan tubuh di setiap gerakan itu sangat penting agar penonton bisa berkesan sehingga fokus dalam setiap gerakan sangatlah dibutuhkan,” paparnya.

Meski begitu, murid-murid yang bertugas menjadi penari di posisi tetap memiliki tugas lebih besar. Mereka berkewajiban mengarahkan setiap gerakan penari yang melakukan rotasi agar dapat bergerak secara benar dan sesuai dengan irama.

Sebelum menggunakan alunan musik bit, Virgie memilih menggunakan ketukan hitungan untuk memperkenalkan gerakan kepada para penarinya.

Melatih otak dan otot

Meski pada awalnya terlihat lambat, Kizomba Dance ternyata juga cukup menguras energi dan ingatan.

“Memang terlihatnya mudah karena gerakannya lambat. Namun, kalau benar-benar latihan, Kizomba ini cukup sulit karena gerakannya yang detail dan memaksa tubuh harus tetap tegap sehingga core kita terlatih. Selain itu, untuk yang perempuan juga harus menggunakan sepatu heels cukup tinggi,” sambung Virgie.

Hal serupa juga yang dirasakan Dina Permatasari, salah satu murid. Perempuan 29 tahun yang baru tiga kali mengikuti kelas ini pada awalnya mengaku kesulitan menghafal gerakan-gerakan yang menurutnya cukup sulit.

“Saya baru tiga kali ikut kelas ini, ternyata cukup sulit karena gerakannya banyak dan jika ingin terlihat bagus ya harus hafal setiap gerakannya. Apalagi saya biasanya lebih ke olahraga seperti crossfit yang cepat, jadi ketika ikut kelas ini tentu harus adaptasi dulu,” tutur Dina.

Di sisi lain, Dina mengakui banyaknya gerakan di Kizomba Dance bagus untuk melatih daya ingat. “Kelas tari yang mirip-mirip seperti ini kan lebih banyak diisi orang tua karena selain gerakannya yang aman juga selama proses menghafalkan gerakan itu tentunya bisa melatih daya ingat orang tua dan menghindari kepikunan,” sambungnya.

Selama beberapa kali mengikuti kelas ini, Dina juga mengaku mendapatkan manfaat yakni menambah kepercayaan diri. Setiap gerakan yang diperagakan di Kizomba Dance ini butuh gerakan tubuh yang meliuk-liuk demi menghasilkan tarian yang sempurna.

“Yang pasti saya lebih percaya diri karena gerakannya itu kelihatan seksi, tetapi tetap bernilai seninya. Ditambah jika sudah masuk ke level advance, akan banyak gerakan dance yang lebih cepat dan sulit,” pungkasnya. (M-3)

Tonton video selengkapnya:

Komentar