MI Muda

Berkolaborasi Bersama Obama

Ahad, 16 July 2017 00:16 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

Dok. Pribadi

KETIKA bertandang pada 23 Juni-2 Juli, mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama disambut meriah warga Indonesia. Obama punya ikatan sejarah dengan Indonesia, negeri yang menjadi bagian dari masa kecilnya. Ia pun tak hanya berlibur, tetapi telah menyiapkan program untuk berkontribusi dalam agenda pulang kampungnya.

Seusai menjadi pembicara sekaligus membuka Kong­res Diaspora Indonesia ke-4 di Mal Kota Kasablanka (Kokas) Sabtu (1/7), presiden ke-44 AS itu pun mengadakan roundtable meeting bersama sembilan pemuda Indonesia, salah satu di antaranya Bryan Gunawan, founder OTP (On that Point) Foundation. Komunitas sosial ini melatih anak muda Indonesia dalam keterampilan komunikasi, partisipasi publik, dan kebebasan berekspresi. Dia sudah melatih lebih dari 10 ribu individu selama 10 tahun.

Bryan juga telah menjadi penyelenggara dan pelatih dalam program pengembangan diri yang diadakan Departemen Kehakiman AS. Ia pun ditunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia untuk menyelenggarakan ASEAN Youth Expo pada 2014 dan 2015, serta Konferensi Pemuda FEALAC pada 2015. Muda berbincang dengan Bryan pada Senin (10/7). Simak, ya!

Bagaimana ceritanya kamu bisa terpilih untuk berjumpa Obama?
Sebelumnya saya mengikuti Young Southeast Asia Leadership Initiative (YSEALI) 2015, program pertukaran pelajar yang dibuat pada masa Obama menjabat.
Program itu bermacam-macam temanya, saya mengikuti tema pendidikan partisipasi politik aktif (civic engagement). Selama lima minggu kami belajar di University of Massachussetts. Menurut saya, Obama Foundation mengetahui saya dari program tersebut.

Kamu ikut seleksi untuk pertemuan ini?
Karena keterbatasan tempat, tampaknya memang ada semacam seleksi tertentu. Yayasan tersebut juga sempat berbalas e-mail dan telepon dengan saya, bertanya aktivitas yang saya lakukan saat ini. Mulanya mereka hanya bilang akan kumpul dengan anak muda Indonesia. Lewat beberapa hari, mereka kemudian ngabarin untuk meeting bersama Obama di Jakarta 1 Juli ini.

Bagaimana rasanya ketemu Obama langsung?
Kabar itu sebenarnya dirahasiakan, bahkan kami tidak tahu siapa saja yang mengikuti pertemuan tersebut. Sempat ada drama juga, saya pas sudah pesan tiket pulang untuk summer break karena sejak awal Juli hingga Agustus menjalani magang di Grow360.com, perusahaan pengembangan kepemimpinan di Singapura.
Saya dijadwalkan tiba pada pukul 10.10 di Jakarta, sedangkan pertemuan tersebut dijadwalkan 12.30 dan saya harus tiba di lokasi, yaitu di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, pada pukul 11.30.
Saya langsung ke tempat pertemuan dari bandara, dengan perasaan berdebar karena takut telat. Bagaimanapun saya harus menghadiri itu. Itu menjadi kesempatan emas bagi saya.

Apa yang dibahas bersama Obama?
Obama peduli dengan Indonesia, ia ingin fokus pada pemuda agar bisa bersama-sama membawa perubahan lewat komunitas-komunitas. Ia mengatakan, dengan kami, sembilan orang yang ia temui saat itu, seharusnya banyak orang yang terangkul, terpapar hal positif, serta minat dan bakatnya tersalurkan.
Obama mendengarkan visi, impian, dan hasrat anak-anak muda Indonesia, seperti keinginan salah satu dari kami untuk mempunyai informasi yang merata di masyarakat. Ia ingin membuat semacam situs yang berisi ensiklopedi kegiatan komunitas anak muda Indonesia agar semua anak Indonesia pun bisa terhubung dan bergabung dengan kegiatan. Alasannya, banyaknya ragam komunitas positif yang ada di Indonesia, mulai inisiatif integrasi penderita skizofrenia hingga pendidikan tarian tradisional kepada anak penyandang disabilitas untuk mengintegrasikan hidup mereka.

Lalu apa yang akan dilakukan Obama Foundation ke depannya?
Mereka sekarang sedang menggodok rencana jangka panjang, yakni membuat portal yang nantinya memperkuat koneksi dan skill pemimpin-pemimpin muda di Indonesia dan Asia Pasifik.
Terinspirasi dari situ, menurut rencana kami bersembilan akan membuat kampanye media sosial di hari persahabatan nasional. Jika tidak ada aral yang melintang, akan diadakan 31 Juli mendatang. Kami akan membawakan tema keberagaman karena saat ini juga Indonesia tengah diguncang dengan hal itu.

Pembelajaran yang kamu dapat?
Tentu sangat positif, beliau sangat melihat ke masa depan. Ia mengidentifikasi potensi yang dimiliki Indonesia lalu memberdayakan anak muda Indonesia juga untuk berkembang. Ini tidak bisa dilihat secara politik, saya melihat memang passion beliau ada pada bidang sosial dan kepemudaan.

Ceritakan soal Grow360.com dong?
Grow360.com menjadi bagian aktivitas libur musim panas dari program MBA (master of business administration) yang sedang saya jalani di sekolah bisnis INSEAD Singapura.

Lalu bagaimana kabar OTP?
OTP Institute masih berjalan. Meskipun saya diluar negeri, tim kami cukup baik dalam menangani komunitas sehari-harinya. Sekarang kami sedang menjalankan beberapa proyek yang terkait dengan debat dan berpikir kritis, salah satunya bersama Badan Bahasa dalam bentuk Lokakarya dan Kompetisi Debat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. Selain itu, kami sedang berdiskusi untuk melakukan pelatihan debat lainnya di Universitas Pattimura, Ambon, sebagai bagian dari program sosial OTP Foundation. (M-1)

Komentar