Internasional

Tiongkok Didesak Bebaskan Janda Liu

Sabtu, 15 July 2017 10:00 WIB Penulis: Irene Harty

AP

TIONGKOK menghadapi tekanan internasional untuk membebaskan Liu Xia, janda peraih Nobel Perdamaian Liu Xiaobo yang meninggal di rumah sakit, Kamis (13/7).

Rezim komunis itu dikecam lantaran menolak mengizinkan aktivis prodemokrasi tersebut meninggalkan negara itu untuk berobat hingga menemui ajal.

Amerika Serikat dan Uni Eropa mendesak pemerintahan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang menetapkan janda Liu itu menjalani tahanan rumah sejak 2010 karena tidak boleh pergi dari Tiongkok.

Dokter-dokter pemerintah Tiongkok mengatakan Xia mendampingi Liu di saat-saat terakhir perjuangannya melawan kanker hati di rumah sakit, sebulan setelah ia dipindahkan dari penjara ke rumah sakit di Kota Shenyang hingga Liu meninggal karena kanker hati, Kamis (13/7) .

Liu dipenjara pada 2008 setelah membantu menulis petisi yang menyerukan reformasi demokratis.

Dia dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena subversi setahun kemudian.

Sebelum meninggal, Liu meminta istrinya yang berusia 56 tahun untuk hidup dengan baik.

Namun pihak berwenang membatasi kontaknya dengan dunia luar dan keberadaannya tidak diketahui sejak suaminya meninggal.

"Saya meminta pemerintah Tiongkok membebaskan Liu Xia dari tahanan rumah dan mengizinkannya meninggalkan Tiongkok, sesuai dengan keinginannya," kata Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson.

UE mendesak Beijing mengizinkan Xia dan keluarganya memakamkan veteran demonstrasi Lapangan Tiananmen 1989 itu sesuai dengan keinginan mereka.

Jared Genser, pengacara AS yang mewakili Liu, mengatakan semua kontak dengan Liu Xia telah terputus dalam 48 jam terakhir.

"Saya sangat khawatir dengan yang terjadi saat ini. Dunia harus bergerak dan memobilisasi agar dia (Liu Xia) bisa pergi dan memakamkan suaminya di tempat yang diinginkannya," kata Genser kepada CNN.

Orangtua Liu Xia meninggal tahun lalu dan penyair yang tidak pernah tertarik itu menderita depresi.

"Setelah kematian Liu Xiaobo, tujuan terpenting kami ialah menyelamatkan Liu Xia dari penderitaan," ujar aktivis Hu Jia yang bersama kelompoknya akan menggunakan opini publik agar Partai Komunis China (PKC) membuka pintu kebebasan bagi Xia.

Protes

Di sisi lain, kritik negara-negara Barat atas penanganan Liu dikecam pemerintah Tiongkok, terutama setelah Inggris dan Jerman juga ikut mengecam. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang menegaskan dokter-dokter pemerintah telah berjuang keras untuk merawatnya.

"Tiongkok adalah negara hukum. Penanganan kasus Liu Xiaobo termasuk dalam urusan dalam negeri Tiongkok, dan negara-negara asing tidak berhak berkomentar yang tidak benar," kata Geng seperti dikutip kantor berita resmi Xinhua.

Dia menegaskan Tiongkok juga tidak akan melakukan peninjauan kembali izin bepergian untuk janda Liu.

"Kami menuntut pertanggungjawaban negara-negara yang telah berujar tanpa tanggung jawab," tambahnya.

Tiongkok juga telah mengajukan protes kepada Jerman, Prancis, dan komisaris tinggi hak asasi manusia PBB setelah mencampuri kedaulatan yudisial.

'Negeri Tirai Bambu' juga mencibir pemberian hadiah Nobel Perdamaian untuk Liu sebagai sebuah penistaan. (AFP/Ire/I-1)

Komentar