KICK ANDY

Doni Hendaru Tona Para Pembela Peliharaan

Jum'at, 14 July 2017 23:11 WIB Penulis: */M-4

MI/Sumaryanto Bronto

SEJAK kecil Doni kerap membawa hewan terluka dan telantar pulang dan merawatnya.

"Dari kecil suka sama kucing, nemu kucing sakit bawa pulang, kucing ketabrak bawa pulang, kalau ada yang luka karena ditabrak atau disiram air panas gue rawat di rumah," kata Doni.

Kebiasaan itu berlanjut hingga kini.

Bahkan pada 2011, Doni dan teman-temannya yang peduli nasib hewan telantar dan disiksa mendirikan Animal Defenders.

Awalnya mereka membantu kasus pembantaian anjing di Yogyakarta, tetapi banyak kasus penganiayaan dan penelantaran hewan.

"Melihat hewan teraniaya, gue enggak bisa tinggal diam," kata Doni Hendaru Tona, pria kelahiran Jakarta, 18 Juli 1978 itu.

Saat menolong hewan telantar, tak jarang Doni kerap dicurigai sebagai pencuri dan pemburu anjing untuk konsumsi.

Tantangan itu tidak menyurutkan komitmen Doni menolong anjing dan kucing yang telantar dan ditelantarkan.

Sampai saat ini Animal Defenders hanya berfokus menyelamatkan kucing dan anjing walaupun banyak hewan peliharaan jenis lain yang dianiaya dan dibuang pemiliknya.

Belum lagi anjing dan kucing yang ada di jalan yang diburu untuk konsumsi atau sengaja dibunuh dalam suatu lingkungan.

Yang menjadi tujuan pendirian organisasi ialah menyelamatkan hewan telantar dan hewan korban kekerasan pemiliknya.

"Utamanya ada 3R, rescue, rehabilitation, re-home," kata Doni.

Dalam penyelamatan, Animal Defenders bertindak berdasarkan pelaporan dari warga.

Kemudian dilakukan investigasi sebelum dibawa ke shelter.

Tidak hanya itu, Doni dan rekan-rekannya berpatroli ke daerah-daerah yang rawan kekerasan hewan.

Sejak 2011, Animal Defenders Indonesia sudah menolong ratusan hewan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Mereka bekerja sama dengan beberapa dokter hewan yang punya kepedulian terhadap penyelamatan binatang.

Untuk biaya shelter, Animal Defenders Indonesia membuka penggalangan dana dan bekerja sama melalui program CSR perusahaan.

Doni dan tim juga menyosialisasikan peduli hewan peliharaan dan memelihara hewan sebagai komitmen seumur hidup.

Kita wajib memberikan pakan, pengobatan, dan kasih sayang.

Doni juga sangat menyarankan untuk 'Adopt, don't shop!', yaitu agar masyarakat tidak membeli hewan, tapi mengadopsi hewan yang membutuhkan kasih sayang.

Namun, untuk adopsi, Animal Defenders memberikan syarat utama memenuhi hak hidup hewan, yakni makan minum layak, waktu bermain dengan pemilik, tidak dikandangkan dalam waktu yang lama, perawatan, dan bersedia disurvei secara mendadak oleh tim Animal Defenders.

Tidak hanya itu, Animal Defenders Indonesia dari tahun ke tahun juga melakukan sejumlah kegiatan, di antaranya sterilisasi dan vaksinisasi gratis, rescue and rehabilitation, re-home (adopsi), melakukan kampanye, dan bersama-sama membangun shelter.

Selain program-program tersebut, Doni sering dimintai tolong para pemilik hewan piaraan untuk memandikan atau memberi kiat agar hewan piaraan mereka menjadi penurut.

Doni tidak pernah memasang tarif akan jasanya. Ia juga menyediakan jasa pet taxi.

Doni juga mengajari anak yang tidak lulus SD--rata-rata dari NTT--untuk merawat anjing dan kucing.

Setelah terampil, mereka bekerja untuk merawat anjing dan kucing baik yang ada di shelter maupun jika ada orang yang membutuhkan.

Doni menggaji mereka sesuai dengan UMR.

Mereka juga mendapat tambahan penghasilan jika ada orang yang membutuhkan mereka untuk merawat anjing dan kucing.

Doni juga menyediakan sepeda motor bagi mereka.

Komentar