Internasional

Jaksa Agung Gagal Dipecat

Kamis, 13 July 2017 23:15 WIB Penulis:

AP/ARIANA CUBILLOS, FILE

PENGADILAN Tinggi Venezuela gagal memecat Jaksa Agung Luisa Ortega-salah satu pengkritik paling keras Presiden Nicolas Maduro-dan menyeretnya ke muka hukum hingga batas waktu yang diberikan berakhir, Rabu (12/7).

Ortega, 59, merupakan tokoh paling senior yang menentang Maduro saat ia menolak upaya untuk menyingkirkannya dari kekuasaan.

Negara pengekspor minyak yang bergejolak itu telah dicekam kerusuhan mematikan lebih dari tiga bulan di tengah krisis ekonomi yang mencekik.

"Saya tidak melakukan kejahatan apa pun. Saya mengecam hakim yang mengadili saya karena mereka tidak sah," kata Ortega dalam sebuah wawancara radio.

"Yang paling bisa mereka lakukan ialah membunuh saya, (tapi) saya tidak takut," tegasnya.

Seorang pengacara, Jesus Ollarves, mengatakan Mahkamah Agung memiliki hak untuk menetapkan waktu dalam mengambil keputusan.

Ia mencatat bahwa undang-undang mengizinkan hingga 30 hari dalam kasus-kasus semacam ini.

"Mereka mungkin memerhatikan denyut nadi situasi politik sebelum memutuskan," kata Jesus Ollarves.

Ortega telah menuduh Mahkamah Agung propemerintah dan merongrong demokrasi melalui keputusan berumur pendek yang mengambil kekuasaan dari badan legislatif pimpinan oposisi.

Dia juga menuding polisi telah membunuh demonstran. PENGADILAN Tinggi Venezuela gagal memecat Jaksa Agung Luisa Ortega-salah satu pengkritik paling keras Presiden Nicolas Maduro-dan menyeretnya ke muka hukum hingga batas waktu yang diberikan berakhir, Rabu (12/7).

Ortega, 59, merupakan tokoh paling senior yang menentang Maduro saat ia menolak upaya untuk menyingkirkannya dari kekuasaan.

Negara pengekspor minyak yang bergejolak itu telah dicekam kerusuhan mematikan lebih dari tiga bulan di tengah krisis ekonomi yang mencekik.

"Saya tidak melakukan kejahatan apa pun. Saya mengecam hakim yang mengadili saya karena mereka tidak sah," kata Ortega dalam sebuah wawancara radio.

"Yang paling bisa mereka lakukan ialah membunuh saya, (tapi) saya tidak takut," tegasnya.

Seorang pengacara, Jesus Ollarves, mengatakan Mahkamah Agung memiliki hak untuk menetapkan waktu dalam mengambil keputusan.

Ia mencatat bahwa undang-undang mengizinkan hingga 30 hari dalam kasus-kasus semacam ini.

"Mereka mungkin memerhatikan denyut nadi situasi politik sebelum memutuskan," kata Jesus Ollarves.

Ortega telah menuduh Mahkamah Agung propemerintah dan merongrong demokrasi melalui keputusan berumur pendek yang mengambil kekuasaan dari badan legislatif pimpinan oposisi.

Dia juga menuding polisi telah membunuh demonstran. PENGADILAN Tinggi Venezuela gagal memecat Jaksa Agung Luisa Ortega-salah satu pengkritik paling keras Presiden Nicolas Maduro-dan menyeretnya ke muka hukum hingga batas waktu yang diberikan berakhir, Rabu (12/7).

Ortega, 59, merupakan tokoh paling senior yang menentang Maduro saat ia menolak upaya untuk menyingkirkannya dari kekuasaan.

Negara pengekspor minyak yang bergejolak itu telah dicekam kerusuhan mematikan lebih dari tiga bulan di tengah krisis ekonomi yang mencekik.

"Saya tidak melakukan kejahatan apa pun. Saya mengecam hakim yang mengadili saya karena mereka tidak sah," kata Ortega dalam sebuah wawancara radio.

"Yang paling bisa mereka lakukan ialah membunuh saya, (tapi) saya tidak takut," tegasnya.

Seorang pengacara, Jesus Ollarves, mengatakan Mahkamah Agung memiliki hak untuk menetapkan waktu dalam mengambil keputusan.

Ia mencatat bahwa undang-undang mengizinkan hingga 30 hari dalam kasus-kasus semacam ini.

"Mereka mungkin memerhatikan denyut nadi situasi politik sebelum memutuskan," kata Jesus Ollarves.

Ortega telah menuduh Mahkamah Agung propemerintah dan merongrong demokrasi melalui keputusan berumur pendek yang mengambil kekuasaan dari badan legislatif pimpinan oposisi.

Dia juga menuding polisi telah membunuh demonstran. (AFP/Hym/I-1)

Komentar