Polkam dan HAM

Di Depan Ulama, Megawati Curhat Disebut PKI

Kamis, 13 July 2017 19:22 WIB Penulis: Intan Fauzi

ANTARA

PRESIDEN ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri heran dengan sekelompok orang yang menuding partai politik yang ia pimpin, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal itu ia ungkapkan di depan ratusan para ulama yang mengikuti Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia.

"PDIP hari-hari ini pun kena imbas selalu dikatakan PKI, kan terus jadi bingung. Namanya saja Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," kata Megawati di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/7).

Selain dari segi nama pun berbeda, Megawati menjelaskan, PDIP memiliki Baitul Muslimin yang mana di dalam organisasi itu juga banyak anak-anak dari Nahdlatul Ulama (NU).

Tak hanya PDIP, lanjut Megawati, Presiden Joko Widodo juga ikut dituding PKI.

"Kalau saya ngomong sekarang sering di-bully, pasti di-bully. Presiden kita dibilang gitu, keluarganya katanya dari PKI. Menurut saya, ngomong yang bener saja lah. Enggak mungkin bisa (PKI) seperti gitu," tegasnya.

Ia sendiri heran dirinya disebut PKI. Padahal, lanjut Megawati, ayahnya, Presiden Soekarno diberi gelar Waliyul Amri Dharuriy bi al-Syawkah atau Pemimpin Pemerintahan yang Berkuasa dan Wajib Ditaati. Gelar itu diberikan karena kedekatan Bung Karno dengan NU.

"Ketika itu, saya tanyakan pada Gus Dur (mantan Presiden almarhum KH Abdurrahman Wahid), baik pada Pak Said (Ketua PBNU Said Aqil Siraj), Apakah gelar itu sudah dicabut, dibilang itu gelar yang luar biasa. Opo sudah dicabut ya, jawabnya sampai saat ini gelar itu tetap milik beliau," ucap Megawati. (MTVN/OL-2)

Komentar