Jeda

Bukan Mengejar Banyaknya Pengunjung

Ahad, 9 July 2017 17:00 WIB Penulis:

MI/BAGUS SURYO

DI samping keunggulan yang besar, ekoturisme sesungguhnya banyak menjungkirbalikkan nilai turisme konvensional. Direktur Eksekutif Indonesia Ecotourism Network Ary Suhandi mengungkapkan ekoturisme harus disiplin mengutamakan kelestarian lingkungan. Karena itu, seperti juga yang dilakukan Pendiri Bumi Langit Institut, pengelola justru harus berhati-hati terhadap jumlah wisatawan.

Demi kelestarian lingkungan, pengelola harus berani membatasi wisatawan. Hal ini, tutur Ary, sudah dilakukan dengan baik oleh pengelola Pantai Tiga Warna di Desa Sumber Manjing Wetan, Malang Selatan, Jawa Timur.

"Hebatnya, mereka selalu menutup kawasan tersebut ketika musim liburan. Mereka menganggap, meski jumlah wisatawan yang datang jumlahnya sangat banyak, uang yang mereka dapat tidaklah sebanding dengan pelestarian lingkungan yang harus dilakukan," ujar Ary. Sementara itu, di luar musim libur, wisatawan dibatasi, yaitu hanya 200 orang per hari.

Kedisiplinan tersebut, menurut Ary, merupakan hasil kesadaran warga tentang ekoturisme. Dari situ dengan sendirinya warga bisa membentuk manajemen wisata yang kuat.

Memanfaatkan dana desa

Meskipun banyak ekoturisme telah berhasil dengan swadaya warga, pemerintah mengungkapkan tekad untuk ikut dalam pengembangan. Dirjen Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, mengatakan pemerintah sudah merencanakan pengembangan ekoturisme di beberapa daerah, seperti Danau Toba, Geopark Belitong, dan Labuan Bajo.

"Pengembangan akan dan sedang berjalan, tapi tentu semua masih bertahap. Kita juga akan menunggu business plan yang dijelaskan pihak-pihak terkait supaya nanti tidak ada yang dirugikan," jelas Dadang.

Pengembangan kawasan ekoturisme juga dapat memanfaatkan program dana desa. "Dana desa itu sangat bisa digunakan untuk pengembangan sektor wisata seperti ini. Asal tentunya semua dapat dimusyawarahkan seluruh perangkat desa agar dapat disalurkan secara tepat," pungkas Dadang. Rio/M-3

Komentar