Jeda

Lebih dari Halal

Ahad, 9 July 2017 16:30 WIB Penulis:

MI/ARDI TERISTI HARDI

SATU minggu setelah kunjungan keluarga Obama, restoran Bumi Langit di Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipenuh pengunjung. Namun, kursi makan yang tidak tersisa itu justru membuat Iskandar Waworuntu sang pendiri Bumi Langit merasa resah.

"Ramai sesuatu yang berbahaya untuk saya. Saya mesti lebih wawas diri saja. Kalau terlalu ramai itu, kan, berarti harus lebih bisa mengimbangi," kata pria berusia 63 tahun yang punya penampilan khas dengan kopiah, kaus, sarung, dan tas pinggang itu.

Keseimbangan yang holistis memang tujuan segala kegiatan yang didirikannya lewat wadah bernama Bumi Langit. Organisasi itu memiliki institut, pertanian, restoran, dan kegiatan pelatihan pertanian.

Dimulai sekitar 10 tahun lalu, Iskandar mengubah lahan seluas sekitar 3 hektare yang tadinya tandus dengan konsep permaculture. Singkatnya, permaculture ialah sistem pertanian mandiri.

Permaculture ialah sistem penataan baik usaha pertanian, perikanan, maupun limbah yang memanfaatkan semua aspek dari ekosistem agar saling menunjang. Permaculture lebih dari organik dan menjaga keutuhan kehidupan.

Iskandar mengacu ke nilai-nilai Islam dalam mencapai keseimbangan yang holistis itu. Ia pun menganalogikan permaculture dengan tayib dalam Islam. "Tayib lebih tinggi daripada sekadar halal.

Tayib mensyaratkan barang yang digunakan dan dimakan harus dari asal usul yang baik dan berkeadilan dalam tatanan sosial," tutur pria yang sempat tinggal di Australia, Sulawesi, dan belajar permaculture di Bali itu.

Iskandar menjelaskan kebulatannya menerapkan permaculture ialah hasil kemirisannya melihat kehidupan yang semakin bergantung pada industri. Pria yang hanya bersekolah hingga SMP itu melihat kebergantungan membuat manusia semakin tidak berdaulat pangan.

Manusia tidak mengetahui asal usul makanan yang dikonsumsinya. Padahal, pangan bukan hanya berperan penting pada metabolisme diri, melainkan juga kondisi lingkungan global.

"Di sini (Bumi Langit) kita bisa belajar bagaimana menegakkan kembali nilai-nilai keluhuran, tidak hanya belajar dalam bercocok tanam dan memelihara binatang, tetapi juga dalam mempersiapkan makanan, memasak makanan, dan berdagang yang benar," kata Iskandar yang juga sempat bergabung dengan Bengkel Teater pimpinan WS Rendra.

Prinsip itu pun ia sebarkan lewat berbagai kegiatan di organisasinya. Tidak hanya lewat makanan yang disajikan di restoran, tapi juga hingga penyelenggaraan pelatihan permaculture selama 13 hari.

Kegiatan-kegiatan yang menjadi menarik bagi turis dapat dilihat sebagai bonus yang sekaligus dapat memperluas gaung konsep kehidupannya. AT/M-3

Komentar