Foto

Cinta dari Teater Bolon

Sabtu, 8 July 2017 23:46 WIB Penulis: Sumaryanto Bronto

MI/Sumaryanto Bronto

DI Alun-Alun Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sekelompok anak tampil penuh semangat. Anak-anak perempuan menari, sementara sekelompok anak laki-laki menampilkan adegan dengan menggunakan topeng.

Meski mereka tak mengenakan seragam kostum, penampilan mereka tetap terasa lahir dengan konsep yang tertata. Tidak hanya itu, di antara wajah-wajah polos mereka terlihat juga tekad yang tidak kalah dari grup tari besar. Mengerti tekad mereka tidaklah sulit ketika membaca tulisan pada kardus pengumpulan uang yang kemudian disodorkan seusai penampilan tersebut.

'Penggalan dana demi jantung hati ibu yang bocor jantung', begitulah tulisan berwarna merah yang mendampingi foto seorang anak kecil dengan bagian dada yang tampak memiliki bekas luka. Penampilan tari dan teater anak-anak tersebut rupanya untuk menggalang dana bagi kesembuhan sang bocah dalam foto. Bukan sekali ini saja Sanggar Seni Teater Bolon menggelar penggalangan dana. Berbagai tempat keramaian di kota tersebut telah jadi saksi pentas tanpa pamrih mereka.

Di berbagai tempat itu pula, tiap kali anak-anak tampil, terlihat pula seorang pria berambut gondrong dengan ikat kepala khas sunda. Ia Amang S Hidayat, pendiri dan pembina sanggar itu. Sama seperti pementasannya yang tanpa bayaran, begitu pula pengabdian Amang selama 20 tahun ini bagi sanggar itu. Bolon, sesuai arti namanya, anak atau lugu, memang didirikan Amang karena kepeduliannya pada anak-anak dan dunia mereka. Karena ingin anak-anak dapat mengembangkan diri lewat seni, ia memberikan ilmu tari, musik, hingga baca puisi dengan gratis. Tidak hanya itu, lewat prinsip-prinsipnya, Amang pun menularkan karakter ketulusan, kepedulian, dan kesetiakawanan.

Seni pada akhirnya bukan semata untuk mengeksplorasi diri dan bersenang-senang, melainkan berbagai cinta dan membantu sesama. Sudah tidak terhitung jumlah anak yang telah mencicipi ilmu di Teater Bolon. Kini sebagian mereka pun telah tumbuh menjadi Amang berikutnya. Sedikitnya ada 8 kelompok teater yang didirikan anak didik Amang yang masih aktif hingga sekarang. Dari mereka, cinta yang terkemas seni pun terus menyebar dan menyentuh lebih banyak orang. (M-3)

Komentar