Eksplorasi

Misi Menemukan Bumi Baru

Sabtu, 8 July 2017 01:51 WIB Penulis: Hanif Gusman

Sumber: ESA/CNES/NASA/AFP

KEINGINAN manusia untuk mencari tempat tinggal baru yang mirip dengan bumi tampaknya bukan khayalan.

Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA), pada 21 Juni, mengumumkan proyek pencarian bumi baru yang bernama Plato resmi memasuki tahap konstruksi.

Plato atau Planitary Transits and Oscillations of Stars merupakan satelit teleskop angkasa luar yang memantau ribuan bintang.

Proyek tersebut mempunyai misi mencari planet-planet baru, menemukan, dan mengarakterisasi planet luar tata surya (eksoplanet) di sekitar bintang yang mirip dengan matahari, bintang subgiant, dan bintang katai merah (red dwarf star).

Proyek tersebut merupakan kerja sama ESA dengan banyak pihak, di antaranya German Aerospace Center (DLR) di Berlin, Jerman, yang akan memimpin misi secara keseluruhan, Institut Max Planck for Solar System Research (MPS) di Gottingen yang akan memimpin pemrosesan pengamatan di pusat data Plato, serta para peneliti dari University of Warwick yang akan memimpin proyek tersebut.

Satelit itu dicanangkan dengan tujuan mencari planet baru yang mirip dengan bumi tidak hanya dalam ukuran, tetapi juga potensi habitatnya.

Selain itu, proyek tersebut bertujuan menjelaskan pembentukan planet dan munculnya kehidupan.

Koordinator sains Plato Prof Don Pollacco berharap proyek baru tersebut akan mampu menghasilkan sesuatu dalam ilmu pengetahuan.

"Peluncuran Plato akan memberi kita kesempatan untuk berkontribusi pada beberapa penemuan terbesar pada dekade berikutnya untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang keberadaan kita, dan pada akhirnya dapat menyebabkan deteksi kehidupan ekstraterestrial," ujar Don Pollacco.

Plato dilengkapi dengan 26 teleskop dan kamera terpisah. Proses kerjanya akan menggunakan metode penemuan transit.

Cara tersebut bekerja dengan mengukur hilangnya cahaya kecil yang terjadi saat sebuah planet melintas di depan bintang induk.

Proses tersebut akan berlangsung selama dua tahun untuk menemukan lebih dari satu planet transit.

"Dengan menggunakan pengamatan getaran bintang, Plato akan menjadi yang pertama yang mampu mengarakterisasi bintang-bintang dan planet mereka yang berkaitan dengan massa, radius, dan usia. Ini akan merevolusi studi evolusi eksoplanet dan bintang induk mereka," ujar Prof Dr Laurent Gizon, Direktur MPS dan Kepala Pusat Data PLATO.

Dalam misi kerjanya, Plato akan berbeda dengan teleskop lain ruang angkasa, COROT dan Kepler, karena akan mempelajari bintang yang relatif terang (skala 4 hingga 11).

Selain itu, proyek tersebut diklaim lebih akurat dalam menentukan parameter planet sehingga akan lebih mudah untuk mengonfirmasi planet tersebut dan mengukur massanya menggunakan pengukuran kecepatan radial pada teleskop berbasis darat.

Rencananya, proyek tersebut akan diluncurkan pada 2026 dari Guiana Space Center dengan Roket Soyuz.

Misi tersebut direncanakan berdurasi 4 tahun dengan kemungkinan tambahan durasi 4 tahun.

Proyek lain

Selain Plato, ESA mengumumkan proyek lain yang sudah memasuki tahap selanjutnya, yaitu LISA (Laser Interferometer Space Antenna).

Proyek ini merupakan observatorium gelombang gravitasi angkasa luar.

Proyek yang awalnya dikerjakan bersama dengan Badan Antariksa Amerika Serika (NASA) tersebut pada tahun ini juga resmi menjadi salah satu misi penelitian ESA.

Dalam proses kerja, tiga pesawat akan terbang dengan jarak antarpesawat 2,5 juta kilometer dengan hanya dihubungkan sinar laser.

Gelombang gravitasi akan memengaruhi sinar laser tersebut.

Dengan keselarasan yang tepat, pesawat akan mendeteksi perubahannya.

Pada tahun lalu, LISA melakukan misi uji coba yang disebut LISA Pathfinder yang akan berhenti beroperasi pada bulan ini.

Hasil uji coba menunjukkan LISA Pathfinder memperlihatkan presisi lima kali lebih tepat daripada prediksi sebelumnya.

Berbeda dengan Plato, LISA mempunyai jadwal peluncuran yang terhitung masih lama.

Misi observatorium gravitasi ruang angkasa tersebut dijadwalkan akan diluncurkan pada 2034.

(Dailymail/Iflscience/Phys.org/L-1/M-3)

Komentar