Eksplorasi

Ketika Dinosaurus Punah, Katak Sempat Kuasai Bumi

Sabtu, 8 July 2017 01:41 WIB Penulis:

AFP

KEPUNAHAN massal yang menimpa dinosaurus akibat serangan asteroid pada 66 juta tahun lalu membuka jalan bagi katak untuk 'mengambil alih' bumi.

Katak menjadi salah satu hewan vertebrata yang paling beragam di dunia.

Hal itu diungkapkan studi terbaru di jurnal Proceedings National Academy of Sciences, pekan ini.

Sebanyak 10 jenis katak diyakini selamat dari kepunahan massal akibat asteroid.

Dari 10 katak penyintas itu, 3 spesies berkembang dan memenuhi bumi hingga sekarang menjadi sekitar 6.700 spesies.

David Blackburn, ahli amfibi dan reptil di Museum Sejarah Alam Florida Universitas Florida, bersama sejumlah rekannya meneliti 95 gen dari 156 spesies katak berbeda.

"Penemuan ini sangat tak terduga. Katak telah ada sejak lebih dari 200 juta tahun, tetapi studi ini menunjukkan, baru setelah kepunahan dinosaurus, terjadi ledakan keragaman katak yang menghasilkan sebagian besar katak yang kita lihat sekarang," papar Blackburn.

Katak diketahui mengambil keuntungan dari lubang-lubang besar dalam ekosistem yang ditinggalkan dinosaurus dan makhluk lain yang punah akibat jatuhnya asteroid di bumi.

Dinosaurus menguasai bumi selama 175 juta tahun pada era Mesozoikum.

Sebuah asteroid besar melenyapkan mereka pada 65 juta tahun silam.

Sebetulnya, katak sudah ada lebih dulu, yaitu sejak 200 juta tahun yang lalu.

Akan tetapi, proses kemunculan dan diversifikasinya masih menjadi misteri.

Beberapa studi menunjukkan keluarga katak yang utama ialah Hyloidea, Microhylidae, dan Natatanura terdiversifikasi pada era Mesozoikum.

Tim peneliti mengombinasikan data temuan mereka dengan data sebelumnya yang memuat 145 spesies katak lain.

Mereka lalu membuat pohon evolusi untuk memetakan sejarah keluarga katak.

Fosil-fosil katak juga diteliti demi mengetahui perubahan genetik pada titik-titik waktu tertentu.

Peneliti menemukan tiga keluarga katak utama yang terdiversifikasi pada waktu bersamaan.

Ternyata, ledakan spesies utama terjadi tepat pada batas KT (batas antara periode Kapur dan Paleogen) setelah dinosaurus punah.

Menurut anggota tim peneliti David Wake, hasil riset terbaru soal katak itu memang berlawanan dengan penelitian sebelumnya.

Namun, ahli biologi evolusi dari Universitas California, Berkeley, tersebut menilai riset itu tetap masuk akal karena banyak lubang-lubang dalam ceruk ekologi yang kosong setelah kepunahan dinosaurus dan spesies lain yang terkena dampak bencana asteroid.

Komentar