KICK ANDY

Melukis Wajah, Mencipta Karakter

Jum'at, 7 July 2017 23:40 WIB Penulis: Wnd/M-4

MI/Sumaryanto Bronto

DUNIA rias wajah nyatanya tak hanya digunakan untuk membuat tampilan seseorang menjadi lebih cantik.

Irene Unarso, 36, menampilkan wajah perempuan yang menjadi lebih tua dengan bantuan alat-alat rias.

Perempuan dengan nama lengkap Irene Widya Arogyani itu menyebut apa yang dilakukannya sebagai make up karakter.

Dirinya juga bergelut dalam face painting dan special effect make up.

Berangkat dari hobi, aktivitas itu kini malah menjadi sumber pemasukan.

Perempuan lulusan teknik sipil Universitas Atmajaya Yogyakarta itu belajar secara autodidak dengan berselancar di dunia daring.

Ternyata kegiatan yang kini menjadi sumber penghasilannya merupakan panggilan jiwa seutuhnya.

Kini Irene mengaku masih berkonsentrasi untuk belajar make up 3D, body painting, serta belly painting bagi ibu hamil untuk keperluan foto hamil (maternity shoot).

"Awalnya rias diri sendiri dengan ragam karakter lalu unggah ke media sosial, dan saya sangat senang membaca ragam komentar yang masuk. Lama-lama ini malah menjadi profesi saya, dan semua bahan yang saya gunakan ini aman bagi kulit," kata perempuan yang melukis wajahnya dengan wajah Bung Hatta.

Klien yang biasa menggunakan jasanya biasanya perorangan untuk keperluan pesta Halloween, pesta akhir tahun, pesta kostum, serta anak-anak saat perayaan hari Natal.

Baginya tidak ada yang paling sulit dalam melalukan pekerjaannya.

Hanya, ada karakter yang memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi, yaitu peri hutan yang ditampilkannya pada ajang International Make up Artist Exhibition, dan menghabiskan waktu selama 3 jam.

Sementara itu, karakter lain bisa dibuat Irene dalam waktu 1-1,5 jam.

Meskipun sudah banyak yang menggunakan jasanya, ada keinginan Irene yang belum kesampaian.

Ia ingin belajar lebih dalam tentang special effect make up agar bisa lebih banyak berkontribusi pada film ataupun perayaan dengan efek yang seram dan unik sesuai dengan imajinasinya.

Di akhir acara, Irene meminta Andy Noya secara tak langsung untuk menutup acara.

Ia memberikan kejutan berupa laki-laki yang telah dilukis serupa dengan Andy, pun dengan pakaian dan detail yang digunakan.

Komentar