Otomotif

Mobil Listrik Mulai Jadi Konsep Utama

Kamis, 6 July 2017 09:41 WIB Penulis:

AP

BAHAN bakar alternatif atau pengalihan penggunaan bahan bakar fosil menjadi perhatian produsen otomotif.

Salah satunya ialah Volvo.

Produsen mobil ternama asal Swedia itu telah menetapkan, setiap produksi mobil baru pada 2019 akan dilengkapi dengan penggunaan motor elektrik.

Volvo bahkan menegaskan, pada rentang 2019-2021, akan meluncurkan lima model mobil listrik, dua di antaranya berasal dari Polestar, Performance Division Volvo.

Model terbaru itu akan dilengkapi dengan plug-in hybrid untuk mesin berbahan bakar bensin dan diesel serta mild-hybrid berdaya 48 volt.

Model tersebut juga akan mengakhiri era pembakaran internal di mobil Volvo. Perubahan drastis tersebut dilakukan Volvo untuk menjawab kebutuhan pasar.

"Ini kembali pada kebutuhan para pembeli. Orang-orang kini banyak yang menginginkan mobil listrik. Kami ingin merespons kebutuhan pasar tersebut di masa kini maupun masa depan. Anda kini bisa memilih mobil listrik mana pun di semua model Volvo," kata CEO dan Presiden Volvo, Hakan Samuelsson, dikutip dari carscoops.com.

Samuelsson menambahkan, diubahnya semua model mobil Volvo juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjadi produsen terdepan pada sektor mobil listrik.

Volvo menargetkan pada 2025, pihaknya bisa menjual hingga 1 juta mobil listrik.

Pabrikan asal Jerman, Mercedes-Benz juga mulai bersiap-siap meluncurkan mobil listrik ke pasar pada 2019.

Meski belum ada keterangan resmi mengenai mobil listrik yang akan diproduksi, pabrikan yang akrab dengan nama Mercy itu sudah mempelihatkan purwarupa mobil listrik mereka dengan nama EQ Concept.

Lokasi perakitan mobil listrik Mercedes dengan kodifikasi EQ itu rencananya akan dilakukan di Rastatt, Jerman, "Pabrik Mercedes-Benz di Rastatt akan menjadi pusat produksi bagi model-model mobil listrik EQ berukuran ringkas yang baru," kata Manager Pabrik Mercedes-Benz Rastatt, Thomas Geier.

Saat ini pabrik Rastatt memproduksi model-model ringkas seperti A-Class, B-Class, GLA-Class.

Generasi terbaru dari ketiga model itu akan mulai dibuat pada tahun depan.

Adapun model mobil listrik yang nantinya diproduksi di Rastatt diperkirakan entry level EQ A, calon lawan dari BMW i3.

Mercedes-Benz menargetkan akan memasarkan lebih dari 10 model mobil listrik pada 2022.

Produsen lainnya yang juga menyiapkan mobil listriknya ialah Rolls-Royce.

Produsen mobil premium asal Inggris itu bahkan tidak akan mengadopsi platform hybrid, tapi langsung menyiapkan mobil dengan tenaga listrik penuh.

Meskipun, CEO Rolls-Royce, Torsten Muller-Otvos, belum bisa memastikan kapan mobil listrik itu bisa diluncurkan, ia menegaskan mobil listrik merupakan cerminan masa depan yang dibutuhkan para pengguna kendaraan.

Karena itu, lanjutnya, tidak diperlukan adanya perantara.

"Elektrifikasi adalah jalan di depan dan tidak ada kompromi apa pun yang menjembatani teknologi itu, bahkan dengan adanya hibridisasi. Akan datang waktunya (elektrifikasi), walau tidak ada yang tahu kapan akan terjadi, tapi itu pasti terjadi," katanya.

Baru-baru ini, pengusaha asal Swedia yang lama menetap di Bali memperkenalkan prototipe mobil listrik kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Kendaraan roda tiga tersebut diproduksi di pabrik ZBee di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pabrik tersebut sudah memproduksi 12 buah kendaraan yang diklaim bisa menempuh jarak 60 km dengan konsumsi listrik 2 kWh itu.

Per Brandt menjelaskan, kendaraan tersebut sudah menjadi kendaraan sehari-hari di Eropa, termasuk di Swedia. (Gnr/S-1)

Komentar