Otomotif

Dari yang Bisa Terbang sampai Punya Perasaan

Kamis, 6 July 2017 09:40 WIB Penulis: Budi Ernanto

AFP/VLADIMIR SIMICEK

MENERAWANG mobil masa depan bukan sekadar kendaraan yang mampu melaju supercepat.

Mobil futuristik juga dilihat dari berbagai fitur pendukung, layaknya mobil buatan PAL-V (Personal Air and Land Vehicle) yang dapat terbang.

Baru-baru ini PAL-V menyatakan bakal menyerahkan mobil terbang pertama mereka kepada konsumen pada akhir 2018.

Perusahaan berbasis di Belanda itu memproduksi tipe gyrocopter roda tiga yang bisa ditumpangi dua orang.

Kendaraan itu memiliki sertifikasi untuk dikemudikan di darat dan udara.

"Mimpi semacam itu sudah ada sejak 100 tahun dari sekarang. Ketika pesawat pertama ditemukan, orang sudah berpikir, 'Bagaimana jika saya berkendara di jalan?'," ucap Kepala Divisi Pemasaran PAL-V Markus Hess.

Jika dilihat sekilas, mobil buatan PAL-V mirip helikopter.

Namun, Hess menampiknya.

Produk itu dinamakan gyroplane karena baling-baling berputar berkat aliran udara, bukan mesin seperti helikopter.

Sekalipun mesin berhenti, baling-balingnya akan tetap berputar.

"Kalaupun melaju dengan kecepatan nol, baling-baling terus berputar dan mobil tidak akan jatuh," ujar Hess.

Untuk mengendarai mobil bermesin bertenaga 100 hp itu, pemilik memerlukan SIM dan lisensi pilot. Pengemudinya dimungkinkan untuk sekadar mengudara dalam jarak pendek dari satu tempat ke tempat lain.

Kendaraan itu mampu mengudara sejauh 400-500 kilometer pada ketinggian 3.500 meter.

Di jalan, PAL-V memiliki kecepatan tertinggi sekitar 170 kilometer per jam.

Perakitan final PAL-V direncanakan dimulai pada Oktober tahun ini.

Perusahaan tersebut berusaha menjadi yang pertama untuk memproduksi mobil terbang secara komersial guna mengungguli para pesaing mereka, seperti sejumlah produsen mobil terbang asal Republik Ceko, Slowakia, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Pada 2019, PAL-V menargetkan memproduksi 50 sampai 100 unit kemudian menjadi ratusan unit pada 2020. Tentu harganya tidak murah.

PAL-V Liberty dijual 499 ribu euro (Rp7,4 miliar).

Versi paling murahnya saja 299 ribu euro (Rp4,4 miliar).

Masih konsep

Selain PAL-V, ada Pop Up buatan perusahaan aviasi Airbus Group. Mobil yang mengangkut dua orang tersebut masih berupa konsep dan diharapkan berfungsi mengurangi kemacetan lalu lintas kota alias menjadi transportasi umum.

Pop Up memiliki panjang 2,6 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1,4 meter.

Mobil itu terdiri dari tiga bagian, yaitu sasis, kabin, dan delapan baling-baling. Saat terbang, sasis tidak akan dibawa, tetapi hanya kabin. Sebagai pijakan saat mendarat, di bagian bawah kendaraan akan keluar dua kaki layaknya helikopter.

Pop Up dirancang untuk dapat menjelajah hingga 100 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh.

Sistem pengoperasian ke tujuan menggunakan sistem pilot otomatis sehingga penumpang tidak perlu mengontrol mobil.

Terdapat layar besar di kaca depan yang menyajikan berbagai informasi mengenai kondisi mobil, rute perjalanan, dan lokasi tertentu, termasuk sarana hiburan.

"Dengan semakin padatnya lalu lintas perkotaan pada 2030, perusahaan memutuskan mempertemukan para ahli untuk mencari solusi terbaik dari alat transportasi perkotaan. Inilah yang membuat Pop Up dirancang," demikian penjelasan Airbus yang memprediksi Pop Up akan menjadi tren alat transportasi dalam 10 atau 20 tahun mendatang.

Perwakilan Airbus Mathias Thomsen mematok pihaknya memasarkan Pop Up dalam 5-10 tahun mendatang.

Bukan hanya dapat terbang, ada pula mobil yang diklaim memiliki perasaan.

Honda belum lama ini memperkenalkan mobil sensitif tersebut berjuluk Neu-V.

Produk itu merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan teknologi informasi dan komunikasi asal Jepang, Cocoro SB. Kabarnya, Honda bakal memproduksi mobil tersebut secara massal.

Mobil berbentuk imut itu memiliki kecerdasan buatan bernama Hana AI yang diproyeksikan dapat mendeteksi perasaan pemilik berdasarkan tingkah laku. Setelah beradaptasi dengan pemilik, Hana AI diharapkan memberi rekomendasi bagi pemilik mobil, semisal jenis lagu.

Selain itu, Honda membuat Neu-V bisa menjalankan fungsi antar-jemput orang asing secara otomatis jika mobil sedang tidak digunakan.

"Kami membuat Neu-V menjadi lebih bisa dimanfaatkan oleh pemilik, terutama saat tidak dipakai," ungkap Principal Designer Honda R&D Americas, Mike Stay.

Selain penerapan teknologi, mobil futuristik menekankan pada tampilan modern. Ffzero1 merupakan satu contoh mobil yang memiliki visual sangat menarik.

Soalnya, banyak yang bilang mobil tersebut seperti tunggangan milik Batman.

"Mobil itu merupakan proyek paling mendebarkan yang pernah saya kerjakan atau pernah saya lihat," ujar Richard Kim, Kepala Desainer Faraday Future.

Mobil itu memiliki empat mesin yang menghasilkan 1.000 hp dengan kecepatan maksimal hingga 321 km/jam. (AFP/Wired/S-4)

Komentar