Properti

Berlomba Jualan Rumah dengan DP 0%

Selasa, 4 July 2017 01:30 WIB Penulis: Budi Ernanto

MI/PANCA SYURKANI

PROMOSI pembelian properti dengan menawarkan uang muka (down payment/DP) 0% mulai marak di berbagai tempat.

Ada yang lewat spanduk di jalan atau media sosial seperti Facebook.

Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengusung program itu belum dilantik.

Salah satu pengembang yang menjajal promosi itu berasal dari Tiongkok, Hong Kong Kingland (HKK), yang akan meluncurkan apartemen di kawasan Alam Sutera, Banten, pada Juli ini.

Direktur Marketing Kingland Avenue Bambang Sumargono, Sabtu (1/7), menjelaskan untuk mendapatkan fasilitas DP 0%, konsumen harus terlebih dahulu harus memiliki nomor urut pembelian (NUP).

Terdapat satu menara dengan 1.000 unit yang disediakan.

"Untuk DP 0%, cicilannya bisa 12 bulan sampai maksimal 48 bulan dengan harga mulai dari Rp350 juta. Kami membidik kalangan menengah," ujar Bambang.

Unit tanpa DP itu memiliki luas minimal 21 meter-28 meter persegi.

Program DP 0% yang diluncurkan pihaknya terbilang menarik karena tidak ada penilaian kemampuan kondisi keuangan calon pembeli.

Artinya, siapa pun yang mampu mencicil dapat mengikuti program itu.

Terkait Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/16/PBI/2016 yang mewajibkan uang muka saat membeli rumah, Bambang mengatakan pihaknya tidak berurusan dengan bank terkait urusan cicilan calon pembeli.

Jadi, secara tidak langsung pengembang menanggung risiko jika ada yang tidak mampu melunasi cicilan.

"Analisis kami, jika berbicara DP 0% tenor jangan terlalu panjang. Biasanya para debitur sulit bayar di tahun ketiga hingga keenam. Karena itu, kami memberikan waktu maksimal 48 bulan atau empat tahun," ungkap Bambang.

Synthesis Development pun meluncurkan program DP 0% pada awal Juni lalu, tapi hanya dalam waktu terbatas selama Ramadan.

Program ini berlaku pada dua proyek properti Synthesis Residence Kemang dan Prajawangsa City.

Sebelumnya, pengembang tersebut punya program sejenis pada proyek Bassura City yang berlangsung selama sebulan pula di Maret 2017.

Konsep cicilannya berjangka panjang selama 80x alias 80 bulan tanpa DP.

Angsurannya mulai dari Rp8 jutaan.

Perlu dukungan pemerintah

Promosi DP 0% dalam waktu terbatas pernah pula dilakukan Agung Podomoro Land.

"Itu merupakan program khusus yang hanya diberikan kepada pembeli saat momen tertentu. Contohnya, saat ulang tahun perusahaan atau ada momen lain," ujar Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land (APL) Indra Widjaja Antono, kemarin.

Karena bersifat khusus, pembelian terjadi langsung antara pengembang dengan pembeli.

Jangka waktu cicilan tidak lama sekitar 5 tahun.

Menurut Indra, realisasi rumah tanpa DP dalam waktu dekat sulit diwujudkan jika tidak didukung kebijakan khusus dari pemerintah.

Soalnya, penyertaan DP merupakan regulasi BI untuk mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA).

Program khusus itu, sambung Indra, tidak serta-merta menghilangkan uang muka.

Ini hanya memberikan kelonggaran bagi kelompok masyarakat tertentu untuk mengangsur DP dengan ketentuan lebih mudah dan terjangkau secara ekonomis.

Di lain pihak, Wakil Ketua Umum Bidang Pembiayaan dan Perbankan DPP REI Umar Husein memberikan catatan bahwa dengan DP 0% angsuran per bulan dapat menggelembung.

Biaya yang seharusnya dibayarkan sebagai uang muka justru diselipkan ke angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan atau biaya lain seperti BPHTB.

"Kalau angsuran tinggi, ada potensi kredit macet. Padahal ada aturan juga bahwa angsuran maksimal 30% gaji agar mampu membayar cicilan," tandas Umar.

Pengamat properti dari Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menambahkan sebenarnya tidak ada program DP 0% yang murni.

Program itu hanya hasil kreativitas para pengembang untuk memancing pembeli. (Gnr/S-4)

Komentar