Gaya Urban

Menjaga Lentur Poros dan Sendi

Ahad, 2 July 2017 06:30 WIB Penulis: Fario Untung Tanu fario@mediaindonesia.com

Dok MI

SUDAH cukup lama, Wenny Swara merasa otot bagian kanan tubuhnya lebih lemah. Tidak hanya merasa kesulitan saat mengangkat beban di bagian kanan, ia juga kerap merasa nyeri. “Entah mengapa tubuh bagian kanan saya terasa lebih lemah, ototnya seperti tidak sekuat yang sebelah kiri. Jadi kalau mau mengangkat beban berat, saya pasti gunakan tubuh sebelah kiri,” tutur Wenny ketika dijumpai dalam latihan Rotational Movement Training (RMT) di Celebrity Fitness Central Park Mall, Jumat (16/6).

Untuk mengatasi keluhannya, perempuan berusia 58 tahun ini memang memilih mengandalkan olahraga. Latihan jenis RMT ia pilih berdasarkan informasi teman-temannya. Fungsi latihan RMT, yang dikatakan, membentuk serta mengembalikan kekuatan tubuh secara proporsional menarik hatinya. “Awalnya saya juga tidak ambil pusing dengan keluhan di tubuh saya ini karena saya pikir terkadang saja nyeri meski suka mengganggu. Nah, kebetulan ada kelas RMT yang katanya berfungsi memperbaiki bagian tubuh yang lemah, jadi sekalian saja saya coba,” sambungnya.

Maka, hari itu Wenny menjalani latihan rutinnya. Mengikuti arahan instruktur, ia menggunakan alat bantu yang mirip dengan tongkat pendek tetapi dengan bulatan besar di bagian ujung. Sekilas alat yang disebut club dan digunakan dengan digenggam ini mirip seperti pin boling tetapi dengan leher yang lebih panjang dan langsing. Selain itu, mereka juga menggunakan alat mirip kettlebell.

Sembari memegang alat tersebut mereka melakukan berbagai gerakan seperti lunge (tubuh merendah dengan menekuk salah satu kaki ke depan membentuk siku), side lunge, squat (setengah berjongkok), dan berbagai gerakan yang melatih putaran poros tubuh. Diiringi musik dengan bit kencang, kelas itu pun tampak bersemangat meski hari itu jumlah peserta hanya dua orang.

Setelah hampir tiga bulan rutin mengikuti kelas RMT, Wenny yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu mengaku ada perbaikan pada struktur tubuh dan otot di bagian kanannya. Sakit dan nyeri yang kerap dirasakan ketika mengangkat beban berat pun sedikit demi sedikit hilang. “Mungkin karena di kelas ini kita dipaksa untuk mengangkat club yang beratnya sekitar 2 kilogram dan mengikuti gerakan-gerakan yang sudah diarahkan oleh instruktur. Terlebih banyak gerakan memutar sehingga melatih keseluruhan otot tubuh,” paparnya.

Tidak hanya itu, Wenny pun merasa keseluruhan gerak tubuhnya kini lebih baik. “Jadi saya pikir latihan ini sangat saya rekomendasi untuk orang-orang yang mengalami keluhan seperti saya. Apalagi umur saya sudah cukup tua dan terbukti masih bisa intens mengikuti latihan seperti ini,” tambahnya.

Otot fleksibel
Meski terlihat hanya menggunakan club dan melakukan berbagai gerakan seperti layaknya aerobik, latihan RMT ternyata juga merupakan high intensity training (HIT). Pasalnya, tak hanya bagian atas tubuh yang bergerak, dalam latihan ini juga kerap dipadukan dengan latihan tubuh bagian bawah. Hal itulah yang dirasakan Margareth, peserta lainnya kelas RMT. Selama 60 menit latihan, ia mengaku berbagai bagian tubuhnya, mulai tangan, bahu, punggung, pinggang, perut, paha, serta kaki terlatih maksimal.

“Saya pikir ini termasuk HIT ya karena saya juga sering ikut kelas-kelas lain dan tingkat kelelahan RMT tidak kalah dengan kelas lainnya. Ditambah kita menggunakan club yang menambah porsi latihan,” tutur yang meski kelelahan mengaku menikmati latihan tersebut. Sementara itu, instruktur RMT Diana Embram menjelaskan bahwa latihan RMT sangatlah cocok untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Karena menurutnya, banyak jenis latihan di kelas kebugaran ini yang sama fungsinya dengan gerakan manusia dalam kegiatan keseharian.

“Latihan RMT itu kan banyak gerakan yang memutar tubuh dengan mengangkat club dan dilakukan berulang-ulang, itu ibarat seperti sedang mengambil barang di bagian belakang mobil atau menaruh benda di tempat yang cukup jauh jangkauannya,” tutur Diana. Namun, sering tidak diperhatikan bahwa gerakan-gerakan tersebut justru kerap mengalami kendala karena keterbatasan tubuh dalam melakukan gerakan tersebut. Semisal, sendi yang kerap nyeri atau otot tubuh yang terkilir, bahkan badan yang terasa kaku. Oleh karena itu, latihan RMT ini seperti menguatkan tubuh dalam melakukan hal-hal tersebut.

“Karena gerak tubuh itu sebenarnya tidak lurus ke kanan kiri atau atas bawah, melainkan melingkar yang mengarah ke atas bawah dan kanan kiri sehingga banyak manusia yang ototnya lurus karena kaku dan latihan RMT ini membuat otot yang dari kaku menjadi melingkar dan lebih fleksibel,” jelasnya. (M-3)

Komentar