MI Anak

Mudik Boleh Nyampah Jangan!

Ahad, 2 July 2017 03:30 WIB Penulis: OMAR PARIKESIT RAWIDIGDO Reporter Cilik Media Anak Media Indonesia 2016

Sampah-sampah yang dibuang dari kendaraan di area parkir kendaraan. DOK. OMAR PARIKESIT

SETELAH hampir satu bulan lamanya berpuasa, tibalah waktu yang ditunggu-tunggu yaitu berlebaran di kampung halaman atau yang dikenal dengan mudik. Mudik menjadi acara yang sangat menyenangkan karena selain berkumpul dengan saudara dan keluarga, waktu ini sekaligus dipakai sebagai momen untuk berlibur dan mengunjungi tempat wisata baru dan tidak ketinggalan berkuliner. Untuk mudik banyak cara yang bisa dipilih untuk menuju kampung halaman. Kita bisa menggunakan pesawat, kereta api, kapal laut, ataupun mobil.

Kalau menggunakan mobil, sekarang jalur tol sudah lebih panjang terbentang, terutama yang menuju jalur Jawa Tengah, yaitu tol Cikopo- Palimanan (Cipali) yang sekarang sudah langsung bisa ke Brebes dan lanjut sampai ke Jawa Timur walaupun sebagian masih belum sempurna. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman dari musim mudik tahun lalu yang bisa dijadikan pelajaran!

Ikut bertugas di rest area
Pada saat liburan lebaran, saya mendapat kesempatan untuk menemani orangtuaku yang bekerja di salah satu rest area atau lokasi istirahat di tol Cipali. Di sana saya banyak mengamati perilaku pemudik saat mereka berhenti untuk beristirahat, melepas lelah serta untuk makan dan mengisi bahan bakar kendaraan atau sekedar buang air kecil dan kemudian melanjutkan kembali perjalanan menuju kampung halaman. Pada kondisi normal biasanya rest area tempat orangtuaku bekerja dalam keadaan bersih. Keadaan ini berubah saat waktu mudik sudah tiba. Rest area dikunjungi banyak orang.

Kebanyakan pengunjung membuang sampah sembarangan. Saya juga melihat pengunjung hanya parkir lalu membuang sampah dari jendela, tanpa usaha mencari tempat sampah yang sudah disediakan petugas kebersihan. Kadang mereka membuang sampah di got, area pengisian bahan bakar, dan di dalam restoran. Mendekati waktu Lebaran, pengunjung semakin banyak dan sampah pun semakin menggunung. Petugas kebersihan bekerja 24 jam dalam sehari untuk membersihkan sampah-sampah pengunjung. Saat saya di rest area saya berkesempatan membantu atau mengamati selama 2 jam dalam sehari kerja para petugas kebersihan. Hal ini saya lakukan selama beberapa hari.

Malas dan tidak peduli
Selama membantu dan mengamati petugas kebersihan, saya melihat banyak sampah bertebaran di mana-mana dan kami harus membersihkannya. Sangat mungkin pemudik membuang sampah sembarangan karena malas atau tidak peduli terhadap kebersihan. Saat saya sedang membersihkan, saya melihat banyak sampah di selokan, taman, dan jalanan. Bahkan ada seorang ayah yang melapor kalau anaknya suka buang sampah sembarangan. Mungkin pemudik memang tidak peduli dan kurang perhatian terhadap kebersihan.

Sebagai tempat fasilitas umum, rest area seharusnya tempat yang bersih, bukan kotor. Kita harus menjaga kebersihan supaya pemudik bisa beristirahat dengan nyaman dan bisa melanjutkan perjalanan ke tujuan dengan lebih tenang dan fisik yang lebih bugar. Akan tetapi, tempat yang seharusnya bersih menjadi kotor karena pemudik membuang sampah sembarangan. Saya merasa kasihan kepada petugas kebersihan yang membersihkan rest area selama 24 jam. Petugas kebersihan membersihkan sampahnya dengan keras setiap hari, tetapi pemudik masih membuang sampah dengan sembarangan.

Kumpulkan dulu sampahnya
Seharusnya pengunjung bisa lebih peduli terhadap kebersihan. Saya akan lebih senang jika pemudik mau berusaha sedikit lebih baik dalam mengatur sampah yang mereka bawa dari kendaraannya. Misalkan dengan mengumpulkan dulu semua sampah dalam kantong plastik dan baru kemudian membuang sampah di tong-tong sampah yang sudah disiapkan pihak rest area. Fasilitas umum seharusnya bersih supaya pengunjung bisa lebih nyaman, dan jangan lupa kebersihan itu juga sebagian dari iman lo! Saat saya memungut sampah saya merasa senang bisa ikut aktif menjaga kebersihan fasilitas umum, tetapi sedih untuk petugas kebersihan! Mereka melakukan pekerjaannya bergantian agar selama 24 jam kebersihan terjaga, pastinya mereka merasakan kelelahan saat mereka sedang mengelilingi rest area sepanjang hari.

Seharusnya pengunjung memiliki empati untuk berupaya membuat tempat istirahat ini menjadi lebih nyaman. Mulai sekarang saya ingin para pemudik untuk mulai peduli terhadap kebersihan, yang sebenarnya manfaatnya adalah untuk kenyamanan mereka sendiri dan pengunjung lain. Jadi ingat ya, jangan sampai mudik sambil menebar sampah! (M-1)

Komentar