Mudik

Mudik Tahun ini Lebih Baik

Kamis, 29 June 2017 06:07 WIB Penulis: Akmal Fauzi

Ribuan mobil pemudik memadati pintu gerbang Tol Cipali, Palimanna, Cirebon, Jabar, kemarin. Memasuki H+3 lebarang, arus balik di Tol Cipali terpantau padat. -- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

PENYELENGGARAAN mudik Lebaran tahun ini dinilai lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sinergi lintas kementerian, pihak keamanan, BUMN, dan operator angkutan patut diapresiasi.

"Secara umum persiapan mudik oleh pemerintah lebih baik baik dari sisi layanan dan fungsional jalan tol," kata Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit saat dihubungi, kemarin.

Danang menyebut beberapa kajian MTI ihwal persiapan mudik telah diikuti pemerintah, misalnya menambah hari libur saat mudik yang membuat tidak ada penumpukan di hari tertentu. Hal itu membuat distribusi perjalanan lebih merata dan tidak ada penumpukan pada Sabtu (24/6) atau H-1.

Wakil Ketua MTI Djoko Setijowarno menambahkan, kemacetan parah di pintu keluar Tol Brebes tidak terjadi karena Tol Brebes Timur hingga Gringsing telah difungsikan dengan cuma-cuma. Empat flyover (FO), disebutkan Djoko, sangat membantu memperlancar arus mudik ke selatan. "Empat FO itu adalah Dermoleng, Klonengan, Kretek, dan Kesambi," ujarnya.

Namun, Danang mengatakan penggunaan kendaraan umum untuk mudik masih kurang diminati. Pemerintah, kata Danang, perlu menambah kapasitas kendaraan umum untuk mudik pada tahun berikutnya.

"Kapasitas kendaraan umum enggak nambah. Sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi. Saya pikir tahun depan pemerintah lebih memperhatikan itu," jelas Danang.

Hal sama dikatakan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo. Penggunaan kendaraan umum khususnya bus justru turun 2% dari tahun sebelumnya. "Dari sisi penyebaran moda transportasi semua tumbuh kecuali angkutan bus. Kendaraan umum bus justru turun 2%. Ini yang perlu ditingkatkan," ujarnya.

Di sisi lain, Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan jumlah kecelakaan pada musim mudik Lebaran 2017 mengalami penurunan. Dari data Operasi Ramadniya 2017 hingga hari kesembilan diketahui, kecelakaan lalu lintas turun 15% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Jumlah kecelakaan sebanyak 1.494 kejadian, turun 14% jika dibandingkan dengan 2016 sebanyak 1.753 kejadian," ujar Martinus.

Tol fungsional aman
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa memastikan tol fungsional Gringsing-Brebes yang kembali dioperasikan mulai hari ini aman digunakan pemudik. Petugas kepolisian akan disebar sepanjang jalur untuk mengawal perjalanan warga.

"Polisi akan kawal pemudik supaya jangan melebihi 40 km kecepatannya," kata Royke, kemarin.

Royke mengatakan jalur tol fungsional juga sudah dilengkapi rest area sehingga lajur diyakini aman walaupun dilalui malam hari. Tempat beristirahat, kata dia, tersedia setiap 10 km. "Tepatnya di setiap pelintasan kabupaten," kata Royke.

Ia memprediksi puncak arus balik di seluruh ruas tol mengarah ke Jakarta terjadi pada Minggu (2/7). Karena itu, jalur tol fungsional pun akan dibuka 24 jam untuk memperlancar arus kendaraan.

Demi menghindari penumpukan kendaraan, pemerintah ataupun kepolisian menyarankan pemudik pulang sebelum puncak arus balik. (Ire/LN/CS/Mtvn/X-10)

Komentar