Otomotif

Jangan Lupakan Kondisi Kendaraan Seusai Mudik

Kamis, 29 June 2017 10:20 WIB Penulis: Nurtjahyadi

THINKSTOCK

KENDARAAN sebenarnya tidak perlu penanganan khusus seusai digunakan mudik, kecuali memang terasa ada masalah sepanjang perjalanan.

Alasannya, para pemilik kendaraan umumnya telah mempersiapkan kendaraan sebaik mungkin agar terhindar dari masalah teknis di perjalanan.

Meskipun demikian tidak ada salahnya melakukan pengecekan ulang terhadap kendaraan.

Siapa tahu ada potensi masalah yang harus segera diatasi agar tunggangan kesayangan tidak mendadak ngambek saat digunakan dalam memulai aktivitas saat libur Lebaran usai.

Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang Indah Yuliana, saat mudik biasanya mesin bekerja ekstrakeras.

Terlebih jika perjalanan mudik didominasi kemacetan sehingga kendaraan butuh pemeriksaan ulang untuk memastikan semua bekerja normal.

"Pemeriksaan kendaraan merupakan hal yang wajib saat usai menjalani ritual mudik, walaupun mesin terasa normal. Pasalnya, kendaraan telah menempuh perjalanan jauh dan cukup lama. Jangan sampai dicuekin kemudian dipakai kembali," ujar Indah.

Yang pertama harus dilakukan yaitu memantau kebersihan kabin.

Makanan kecil biasanya menjadi menu wajib saat menempuh perjalanan jauh bersama keluarga, terutama bagi yang membawa anak-anak.

Bisa dipastikan ada remah-remah sisa makanan yang tertinggal.

Sisa makanan dapat mengundang serangga serta menjadi tempat ideal bagi perkembangan bakteri sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

Jika tidak segera dibersihkan berpotensi menimbulkan bebauan yang mengurangi kenyamanan penumpang dan tidak baik bagi kesehatan.

Lantas memeriksa kebersihan bodi. Kotoran yang terlalu lama menempel pada bagian bodi mobil dapat merusak cat dan menjadi sulit dibersihkan.

Karena itu, butuh ketelatenan untuk membersihkan hingga ke bagian celah-celah terkecil.

Indah juga menyoroti kebersihan bagian mesin. Bila perlu hal tersebut dilakukan di salon kendaraan.

"Mesin yang kotor membuat pemilik kendaraan sulit mendeteksi jika ada rembesan oli dan sebagainya. Mesin yang kotor merupakan salah satu tempat favorit tikus. Binatang mengerat ini punya hobi yang merepotkan yaitu menggigit kabel-kabel dan selang-selang karet."

Salah seorang anggota komunitas mobil Eropa, Andika, menimpali bahwa untuk mencegah tikus bersarang dapat menggunakan kapur barus khusus pengusir tikus yang terdapat di supermarket.

"Sudah saya coba di BMW dan lumayan ampuh. Dulu mobil sering mogok dan ternyata kabelnya habis digigit tikus. Tapi, sebelum ditaburi kapur barus sebaiknya dibersihkan agar bau kotoran tikus hilang. Kalau tidak, mereka akan balik lagi," beber Andika.

Metode LRDC

Marcel Kurniawan dari Real Driving Center (RDC) mengimbuhkan untuk memeriksa kesehatan kendaraan bisa dilakukan dengan metode LRDC yaitu lihat, rasakan, dengarkan, dan cium.

Hal ini tentu akan lebih mudah dilakukan setelah kendaraan dalam keadaan bersih.

"Lihat, apakah ada kerusakan kemudian rasakan apa yang tidak lazim. Dengarkan jika ada bunyi-bunyian yang tidak normal. Terakhir, cium jika ada aroma yang ganjil," papar Marcel.

Jangan lupa melongok bagian mesin jikalau ada rembesan oli atau kebocoran lain seperti cairan rem, cairan transmisi otomatis, cairan bahan bakar, cairan power steering, cairan radiator, termasuk cairan pembersih wiper dan cairan hidrolis master kopling.

Jika ada, segera bawa ke bengkel resmi terdekat.

Indah menyarankan penggantian pelumas sebaiknya dilakukan setelah kendaraan dibawa mudik karena kondisi perjalanan yang panjang umumnya membuat mesin bekerja ekstraberat akibat digeber nonstop dengan beban penuh plus kondisi ekstrapanas akibat macet.

"Penggantian oli bersifat anjuran. Kualitas oli dapat dilihat secara fisik sebelum memutuskan untuk melakukan penggantian. Yang pasti pengecekan oli bersifat wajib. Penggantian oli membuat mesin lebih fresh," tutur perempuan yang punya hobi traveling itu.

Periksa kondisi kaki-kaki yang akan terasa saat kendaraan dijalankan, baik pada kecepatan rendah maupun tinggi.

Jika setir kendaraan terasa kurang enak, carilah sumbernya.

Apakah hal tersebut akibat ban kurang tekanan angin atau keselarasan roda sudah berubah (spooring)?

Menempuh perjalanan jauh tentu kendaraan melintasi berbagai kondisi jalan.

Bisa jadi ada paku atau benda tajam tertancap pada tapak ban.

Periksa juga kondisi ban terkait ketebalan kembangannya sudah berkurang drastis atau tidak.

Jika ya, berarti perlu mencurigai munculnya masalah keselarasan roda.

Mungkin setelannya berubah saat melintasi jalan rusak.

Periksa kondisi per dan shock absorber dengan menekan tangan ke bagian ujung kendaraan.

Jika kembali pada posisi semula, berarti per masih baik.

Jika proses kembalinya terlalu cepat atau bahkan menyisakan ayunan, shock breaker dipastikan butuh penggantian.

Kerusakan shock breaker membuat ban cepat aus tidak merata dan mengganggu kestabilan kendaraan.

Selain itu, Indah menganjurkan pemeriksaan pada sistem penggerak seperti kopling, transmisi, propeller shaft, gardan, termasuk bearing roda.

Periksa juga komponen rem jika sebelum mudik belum diganti untuk memastikan fungsinya karena terkait dengan faktor keselamatan berkendara.

Berikutnya memeriksa baterai (aki).

"Perjalanan jauh yang disertai kemacetan sering membuat pengendara melakukan stop and go dengan jarak yang pendek sehingga memengaruhi kapasitas baterai," tutur Indah.

Yang tidak kalah penting yaitu memeriksa filter udara, terlebih jika perjalanan mudik melintasi jalan tanah berdebu.

Bersihkan jika sudah kotor.

Bila perlu ganti, jika kondisinya sudah parah.

Untuk masalah ringan kita dapat melakukan semua itu sendiri, semisal menambah cairan-cairan yang kurang.

Tentu cairan itu harus sesuai dengan petunjuk penggunaan kendaraan.

Di antaranya menambahkan cairan rem sesuai standar pabrik (DOT-3 atau DOT-4), kemudian menambah cairan radiator dengan coolant yang baik.

Jika masalahnya tidak bisa ditangani sendiri sebaiknya serahkan saja semua ke bengkel resmi. (Cdx/S-4)

Komentar