Film

Klip Terbaru Filosofi Kopi 2 Tampilkan Karakter Luna Maya

Jum'at, 23 June 2017 23:03 WIB Penulis: Purba Wirastama

Luna Maya (Foto: visinema pictures)

VISINEMA Pictures merilis klip kedua dari film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody besutan Angga Dwimas Sasongko. Cuplikan ini secara khusus menampilkan karakter Tarra, yang diperankan oleh Luna Maya.

Tarra adalah karakter fiksi baru. Dia merupakan seorang investor kedai kopi, yang juga akan menanam saham sebesar 49 persen di kedai Filosofi Kopi (Filkop) milik Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) ketika dibuka lagi di Jakarta.

Cuplikan setengah menit ini diawali dengan momen pertama Jody bertemu dengan Tarra. Mereka berkenalan di suatu kedai kopi lain bersama sejumlah kawan. Tarra terkejut setelah mengetahui bahwa Jody adalah salah satu pemilik Filkop. Dia mengira Filkop sudah tinggal mitos.

Cuplikan momen berikutnya adalah ketika Filkop kembali beroperasi dan barista baru bernama Brie (Nadine Alexandra) bergabung. Tarra tampak sibuk ikut melayani pelanggan yang memesan kue potong. Dia juga melayani pengunjung yang ingin membeli pakaian di dalam kedai. Selain kopi, Filkop ternyata juga menjual makanan dan pakaian.

Momen berikutnya, Tarra datang ke kedai untuk menemui Ben. Dia membacakan sebuah ulasan mengenai Filkop. Ternyata ada seseorang di luar lingkaran mereka yang kecewa dengan Filkop gaya baru. Tanggapan ini tampaknya menjadi salah satu konflik batin Tarra yang akan mengemuka dalam cerita.

"Filosofi Kopi kembali dengan gaya baru. Terkesan ingin menyesuaikan dengan tren hari ini. Filosofi Kopi justru kehilangan soul-nya. Filosofi Kopi kembali tanpa filosofi," kata Tarra.

Sebelumnya Visinema juga telah merilis dua klip dengan fokus pada karakter Brie dan Jody. Momen Brie yang ditampilkan adalah ketika dia diwawancara oleh Jody dan Tarra dalam rangka seleksi barista baru. Brie menceritakan bagaimana dia membuat kopi dengan presisi. Sementara beberapa cuplikan tentang Jody fokus pada ambisinya mengenai Filkop.

Film Filosofi Kopi 2 bercerita tentang mimpi baru Ben dan Jody untuk kembali mendirikan kedai kopi nomor satu, setelah dua tahun berkeliling Indonesia berjualan kopi dengan mobil combi. Perjalanan mereka diwarnai konflik perbedaan idealisme. Jody sendiri sadar bahwa dirinya selalu berada di bawah bayang-bayang Ben.(MTVN/OL-7)

Komentar