Ramadan

MUI Minta Khatib Tebar Kedamaian

Jum'at, 23 June 2017 08:30 WIB Penulis:

MI/Rommy Pujianto

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) meminta para khatib salat Idul Fitri agar menyampaikan pesan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menebarkan salam perdamaian kepada masyarakat di dalam negeri maupun dunia internasional.

Selain itu, khatib juga diminta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya narkoba, minuman keras, dan segala bentuk perbuatan mungkar lainnya yang dapat merusak akhlak dan moral anak bangsa.

"Masyarakat jangan menyebarkan informasi yang berisi hoax, gibah, fitnah, namimah, aib, ujaran kebencian, dan hal-hal lain sejenis yang tidak layak disebar kepada khalayak," kata Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin di Jakarta, kemarin.

MUI mengajak dan mengimbau umat Islam agar memperbanyak silaturahim dan merajut ukhuwah untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan sesama warga bangsa, sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan upaya memecah belah bangsa.

Pada kesempatan itu ia juga menyatakan menyambut rencana penetapan 1 Syawal 1438 H oleh pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI bersama MUI dan Ormas-ormas Islam pada 24 Juni datang.

Diharapkan, tidak akan terjadi perbedaan dalam penetapannya.

"Semoga tidak terjadi perbedaan dalam penetapannya," ujarnya.

Apabila terjadi perbedaan, ia mengimbau masyarakat untuk menyikapinya dengan penuh damai.

Selain itu, juga saling menghormati dan menghargai dengan mengedepankan semangat ukhuwah Islamiyah.

MUI juga mengajak umat Islam untuk menyempurnakan puasa dengan mengeluarkan zakat fitrah, zakat harta, infak, wakaf, dan sedekah.

Pelaksanaannya hendaknya dilakukan dan direncanakan dengan baik dan benar, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.

Setelah berpuasa sebulan penuh selama Ramadan, kata Ma'ruf, umat Islam harus lebih meningkatkan kepatuhan terhadap ajaran Islam dan kepedulian terhadap sesama.

Terutama kepada kaum duafa, fakir miskin, dan anak yatim piatu. (Ind/H-2)

Komentar