TAFSIR AL-MISHBAH

Bukti-Bukti Kekuasaan Allah SWT

Kamis, 22 June 2017 07:30 WIB Penulis: Quraish Shihab

Quraish Shihab -- Grafis/Duta

PADA hari ke-27 puasa Ramadan ini, Tafsir Al Misbah membahas Surah Yasin ayat 31 hingga 40. Dijelaskan Quraish Shihab, surah itu berisi ajakan agar manusia mempelajari alam raya sekaligus menunjukkan bukti-bukti kekuasaan Allah.

Quraish menerangkan manusia hendaknya mengambil pelajaran dari sejarah. Dengan begitu, manusia mengetahui bagaimana Allah SWT menghancurkan generasi masa lampau lantaran kedurhakaan mereka.

Allah berfirman, “Tidakkah mereka melihat betapa banyak yang telah kami binasakan dari generasi-generasi sebelum mereka; (tidakkah mereka memperhatikan) bahwa mereka (yang telah kami binasakan tidak dapat hidup lagi lalu) kembali kepada mereka (para pendurhaka)?”

Quraish menjelaskan bahwa salah satu cara yang digunakan Alquran untuk mengajak manusia kepada agama yang benar ialah dengan mempelajari sejarah. Karena itu, Alquran berisi uraian-uraian sejarah, baik sejarah manusia maupun alam raya ini.

Dalam ayat lainnya juga dijelaskan bukti kuasa Allah yang sekaligus bermanfaat bagi manusia. Allah memiliki kuasa untuk menyuburkan tanah yang kering dan tandus dengan menurunkan hujan sehingga di tanah tersebut bisa tumbuh buah-buahan.

“Ayat-ayat ini ingin mengatakan ada bukti-bukti yang bisa ditarik oleh manusia dari apa yang terlihat di alam raya ini dan bukti-bukti yang dipaparkan itu untuk kemaslahatan manusia,” terangnya.

Bukti kuasa Allah lainnya, lanjut Quraish, ialah Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, baik ciptaan-Nya yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa. Hal itu dimaksudkan agar manusia mengetahui bahwa Allah berbeda dengan semua ciptaan-Nya tersebut. “Semua wujud berpasangan. Allah tidak memiliki pasangan,” katanya.

Dalam ayat lainnya Allah juga menunjukkan bukti-bukti kuasa-Nya dengan pergantian siang dan malam serta peredaran matahari dan bulan. “Ketika Allah selesai menciptakan alam raya ini, Allah berkata: tunduk padaku atau tidak tunduk. Matahari dan bulan (berkata) kami tunduk,” terang Quraish. (Nur/H-2)

Komentar