Mudik

Jangan Paksakan Lewat Tol Fungsional

Kamis, 22 June 2017 06:06 WIB Penulis: Akhmad Safuan

Debu menyelimuti kendaraan pemudik yang melintasi jalan tol fungsional Brebes Timur-Gringsing di Pekalongan, Jateng, kemarin. Sejumlah titik di jalan tol itu penuh dengan debu yang mengganggu jarak pandang. -- MI/Ramdani

PEMUDIK yang melewati jalur utara Pulau Jawa diminta tidak memaksakan diri melewati tol fungsional Brebes Timur-Gringsing, Jawa Tengah. Masih ada jalur lain untuk dilin­tasi sehingga kendaraan tak menumpuk di tol fungsional tersebut.

Setelah dibuka sejak H-7, arus mudik di tol fungsional Brebes Timur-Gringsing sepanjang 110 km mengalami peningkatan signifikan. Banyaknya kendaraan yang melintas bahkan membuat jalan yang masih berupa cor dasar dengan ketebalan 10 cm itu terkelupas sepanjang 10 km.

Kerusakan yang terjadi di ruas Karangjati (Tegal), Sewaka (Pemalang), dan Bojong (Pekalongan) itu membuat kondisi jalan semakin tidak nyaman. Debu pun kian tebal sehingga mengganggu jarak pandang. Kemarin tol sempat ditutup 10 jam untuk perbaikan.

Tol fungsional Brebes Timur-Gringsing menjadi pilihan pemudik karena bisa memangkas jarak tempuh dari 117 km jika lewat jalur pantura menjadi 110 km. Waktu tempuh yang kalau lewat pantura bisa mencapai 3-4 jam juga dapat dipersingkat menjadi sekitar 2,5 jam. Belum lagi ancaman kemacetan parah jika menggunakan jalur pantura.

‘’Lewat tol fungsional selain lebih pendek juga lebih cepat sehingga pemudik memilih melintas jalur ini,’’ kata Handoko, 39, pemudik dari Kalideres, Jakarta Barat, kemarin.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang kemarin meninjau arus mudik di Pemalang mengimbau pemudik tak memaksa melewati tol fungsional. Menurutnya, masih banyak jalur alternatif yang bisa dilintasi agar kepadatan tak terkonsentrasi di satu titik.

“Akan kami batasi dengan load tertentu, tidak bisa semua ke sana dan jangan mengeluh kalau ternyata tidak bisa semua pemudik lewat jalan fungsional ini,” ucap Menhub.

Ia menambahkan, ruas Pemalang-Batang sepanjang 39,5 km yang merupakan bagian dari Tol Brebes Timur-Gringsing akan ditutup pada malam hari karena belum dilengkapi pe­nerangan dan marka jalan yang lengkap. “Akan kami operasikan secara konservatif. Konservatif itu ada dua hal, satu bisa saja malam kita tidak operasikan meskipun siang kita operasikan. Nanti kami rapatkan.’’

Patuhi petugas
Dirlantas Polda Jateng Kom­bes Baharuddin Muhammadsyah juga meminta pemudik tidak hanya terkonsentrasi di tol fungsional Brebes Timur-Gringsing. Jika semua ingin melewati tol itu, dikhawatirkan kemacetan parah akan terjadi. ‘’Kami sudah mengantisipasi kalau terjadi kemacetan (di tol fungsional), tetapi hendaknya pemudik dapat melintasi juga jalur utara yang kondisinya sangat baik,’’ ujarnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dalam wawancara khusus dengan Metro TV, kemarin, memastikan kemacetan parah yang memakan korban jiwa di Tol Brebes Timur dan di Pelabuhan Merak tak akan terulang. Polri telah menyiapkan antisipasi arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan total saat mudik Lebaran.

Di Sumatra, dua ruas tol yang difungsionalkan justru sepi peminat. Itu terjadi di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar paket dua segmen Lematang-Kotabaru sepanjang 13 km yang dibuka sejak H-10. Pemudik enggan menggunakan tol itu karena berjarak 15 km dari Jalan Lintas Timur. (EP/DW/X-8)

Komentar