Mudik

Antrean masih Terjadi di Pintu Tol

Kamis, 22 June 2017 08:00 WIB Penulis: Reza Sunarya

ANTARA

ARUS pemudik sudah memadati jalur pantai utara dan selatan Pulau Jawa, kemarin.

Di pantura, mereka lebih memilih tol sehingga antrean panjang terjadi di pintu Tol Cikopo dan Tol Palimanan, Jawa Barat.

Kepadatan kendaraan mulai terjadi sejak pagi.

Sampai siang, antrean di pintu Tol Cikopo sudah mengular hingga 4 kilometer.

Di ruas ini, pemudik juga harus berhati-hati karena banyak kendaraan yang keluar-masuk lokasi peristirahatan di Km 86.

Mobil pemudik yang kebanyakan berasal dari Jakarta pun harus berjalan perlahan menuju Cirebon.

Di gerbang Tol Palimanan, antrean kendaraan sudah mencapai 14 kilometer di sore hari.

Ketersendatan sudah dimulai sejak Km 174 hingga gerbang Tol Palimanan Utara pada Km 188.

"Kepadatan kendaraan sudah mulai terjadi di pintu Tol Cikarang Utama, terjadi lagi di Cikopo dan terakhir di Palimanan. Di Palimanan, antrean sangat panjang karena kendaraan hanya sesekali bergerak," kata Tata, pemudik tujuan Tegal, Jawa Tengah.

Petugas di pintu Tol Palimanan mencatat sampai selama 12 jam terakhir sudah 28.506 kendaraan yang melalui pintu tersebut.

Di jalur pantura, pemudik bersepeda motor menguasai jalan.

"Setiap hari jumlah pemudik sepeda motor yang lewat terus meningkat. Kami perkirakan jumlahnya akan terus bertambah hingga Lebaran," kata Kepala Polres Cirebon Kota Ajun Komisaris Adi Vivid Agustiadi Bahtiar.

Di jalur selatan Jawa Barat, jalan sudah mulai dibanjiri pemudik.

Kepadatan kendaraan mulai terjadi di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, menuju Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, atau Rancaekek dan Nagrek ke arah Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

"Jumlah kendaraan menuju Sumedang, Garut, dan Tasikmalaya meningkat 20% jika dibanding hari biasa. Sudah padat, tapi arus lalu lintas masih lancar," ungkap Kasat Lantas Polres Bandung Ajun Komisaris Dony Wicaksono.

Lancar di Bandung, kendaraan pemudik harus berjalan lambat di Jalan Raya Limbangan dan Malangbong, Garut.

Pasar tumpah di kedua wilayah membuat antrean kendaraan mengular.

"Kami harus memberlakukan buka tutup jalan untuk mengurai kepadatan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Tomex Kurniawan.

Ia menyatakan kepadatan di jalur selatan sering terjadi pada menjelang magrib dan waktu sahur.

"Puncak arus mudik diprediksi pada Kamis (H-3) dan Jumat (H-2)."

Truk masih jalan

Jalur selatan wilayah Jawa Tengah masih diwarnai lalu lalang kendaraan berat.

Di jalur Ajibarang-Karanglewas, Kabupaten Banyumas, kendaraan berat masih melintas di jalur mudik.

Tidak ada petugas yang melakukan pencegatan.

Padahal, di jalur mudik sudah cukup ramai kendaraan pribadi.

"Kendaraan berat sebenarnya sudah dilarang melintas, kecuali pengangkut sembako dan BBM," kilah Kasat Lantas Polres Banyumas AK Samsu Wirman.

Pemudik dengan mobil pribadi dan sepeda motor di wilayah ini juga terhambat dengan aktivitas pasar di Ajibarang dan Pancasan.

Siang kemarin, dari Yogyakarta dan Klaten dilaporkan pemudik sudah mulai tiba.

Mereka menggunakan mobil atau sepeda motor, juga bus antarkota antarprovinsi.

Di Jawa Timur, denyut pemudik juga terasa di Terminal Purabaya.

Dalam satu hari, 40 ribu penumpang kembali ke sejumlah daerah dari terminal ini.

Sebaliknya, belum ada peningkatan volume kendaraan yang masuk ke Tol Surabaya-Kertosono.

"Sepertinya belum banyak warga yang mengetahui adanya jalur ini," ujar Direktur Teknis PT Jasa Marga Ari Wibowo. (UL/BU/BY/AD/LD/AT/AU/JS/FL/HS/AB/YK/DG/BB/LN/RS/FD/JH/N-2)

Komentar