TAFSIR AL-MISHBAH

Bermula dan Berlabuh pada Allah

Rabu, 21 June 2017 08:50 WIB Penulis: Quraish Shihab

MI/Duta

PADA episode ke-26, Tafsir Al-Mishbah kali ini membahas Surah Yasin ayat 22- 30. "Dan betapa aku tidak menyembah (Allah SWT) yang telah menciptakan aku dan hanya kepada-Nya (aku dan begitu juga) kamu akan dikembalikan?" Quraish Shihab menjelaskan, jika Allah adalah tempat bertolak dan berlabuh, segala kegiatan yang manusia lakukan itu harus karena Allah dan segala hasil yang manusia peroleh akan kembali kepada Allah.

"Allah SWT pencipta manusia pertama kali. Allah juga tempat kembalinya manusia dan makhluk-Nya. Karena itu, jadikan titik tolak Anda adalah Allah dan jadikan tempat akhir Anda adalah Allah," ujarnya. Pesan lainnya dari surah itu ialah manusia diminta untuk menyembah kepada Allah. Quraish menjelaskan arti menyembah adalah patuh kepada sesuatu yang tidak diketahui hakikatnya, tetapi sangat agung di dalam diri manusia. Karena itu, manusia menyembah kepada Allah.

"Kata Allah, asal katanya berarti mengherankan atau menakjubkan. Anda akan heran, tidak sampai di pemikiran Anda. Kalau Anda mau bahas bagaimana hakikat zat-Nya, Anda tidak tahu, sehingga kita sembah," terangnya. Dikatakan juga, ayat lain dalam surah itu, mengenai pengertian sesat. Quraish menjelaskan sesat ialah tidak menemukan arah yang benar. Namun, kata dia, sesat tidak hanya berlaku dalam ajaran agama saja. Menurutnya, segala sesuatu yang menjadikan manusia tidak menemukan arah yang benar, karena lupa misalnya, itu juga sesat.

Selain itu, Quraish menjelaskan soal alam barzah yang berbeda dengan alam dunia. Ketika seseorang meninggal dunia, dia akan menunggu di suatu alam, yang disebut alam barzah. Menurutnya, alam barzah bisa dikatakan seperti dua dinding. Satu sisi dinding memperlihatkan kehidupan dunia, sedangkan dinding yang lain memperlihatkan kehidupan akhirat. Seruan Malaikat kepada orang yang meninggal untuk masuk ke surga, yang dijelaskan dalam ayat lainnya, ada dua pengertian.

"Pertama, masuklah ke surga ketika nanti telah terjadi perhitungan. Kedua, surga yang dimaksud di sini adalah kebahagiaan yang dirasakan orangorang yang taat di alam barzah," jelasnya. Di ayat lainnya, Quraish juga menjelaskan Allah tidak pernah lagi mengutus utusan berupa malaikat. Maka itu, Nabi Muhammad adalah nabi terakhir. Kalaupun Allah berkehendak untuk menghancurkan suatu masyarakat, jelas Quraish, Allah tidak mengutus malaikat yang banyak, tapi cukup dengan satu teriakan dari sangkakala.

"Teriakan satu itu akan terjadi pada saat kiamat. Dikatakan akan ada sangkakala. Sangkakala pertama, semuanya mati, sangkakala kedua, bangkit," kata dia. (Nur/H-1)

Komentar