celoteh

Demi Waktu

Selasa, 20 June 2017 07:26 WIB Penulis: Ronal Surapradja

Ronal Supradja -- MI/Permana

PEREMPUAN ini memang keterlaluan. Sejak tayang pertama saya sudah tiga kali ke bioskop untuk menonton dia beraksi. Biasanya saya kalau menonton film di bioskop ada momentum kehilangan kesadaran untuk beberapa saat alias tidur, tapi tidak untuk Gal Gadot si Wonder Woman. Mata rasanya ogah rugi bahkan untuk sekedar berkedip hehe. Karena sudah nonton yang ketiga kalinya, saya jadi hafal dialognya. Ada yang menarik ketika Wonder Woman menyelamatkan Mayor Steve Trevor lalu melihat jam tangan, sebuah benda yang baru pertama kali dia lihat. “What does it do?” tanyanya. Si pilot menjawab, “It tells the time. It tells you when to sleep, to eat.”

Waktu ialah salah satu di antara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Banyak ayat Alquran yang menunjukkan urgensi waktu, ketinggian tingkatannya, dan juga pengaruhnya yang besar. Allah yang urusan-Nya begitu agung telah bersumpah dengan waktu malam, siang, fajar, subuh, saat terbenamnya matahari, waktu duha, dan dengan masa.

Dalam hadis, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR Bukhari). Banyak manusia tertipu di dalam keduanya. Itu artinya orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit karena kebanyakan manusia justru lalai dan tertipu dalam memanfaatkannya.

Ironisnya kita tahu waktu itu nikmat yang berharga, tapi kita tetap lalai dalam menggunakannya, bahkan sengaja.

Waktu berlalu lebih cepat daripada yang kita bayangkan. Katanya waktu paling tidak terasa berlalu itu ketika kita sedang berada di usia produktif seperti sekarang ini.

Ada empat hal yang bisa direnungkan terkait dengan waktu, yang pertama time is free but it’s priceless. Waktu itu sangat berharga sampai tak ternilai harganya. Sekaya apa pun kita waktu itu tidak bisa dibeli, dan setiap orang hanya memiliki jumlah yang ditetapkan sejak saat mereka hadir ke dunia ini. Cara kerja waktu tidak seperti listrik prabayar PLN yang kalau habis tinggal beli token untuk memperpanjangnya. Jika waktu habis, ya habis, tidak ada pengecualian. Yang bisa kita lakukan hanya satu, habiskan waktu dengan bijak.

Yang kedua you can’t own it, but you can use it. Manusia pada hakikatnya tidak pernah memiliki waktu, kita hanya dipinjami Sang Pemilik Waktu. Namanya juga dipinjami, kalau yang punya minta dikembalikan apa yang bisa kita lakukan? Nah masalahnya kita tidak pernah tahu kapan Dia akan meminta kembali waktu yang dipinjamkan kepada kita. Siap-siap saja.

Ketiga you can’t keep it, but you can spend it. Kita berharap bisa menghemat atau kalau bisa menghentikan waktu, tapi sayangnya kita tidak bisa. Sejak lahir ke dunia argo waktu akan berputar terus tidak peduli apa pun. Waktu berjalan dalam garis lurus yang tidak akan kembali barang sedetik pun. Sisanya terserah kita yang memutuskan mau menggunakannya dengan cara apa.

Terakhir mengenai waktu once you’ve lost it, you can never get it back. Waktu sangat berharga karena hanya terjadi satu kali. Saya sih berharap waktu bisa kembali karena mengetahui hasil dari beberapa hal yang telah terjadi akan membuat saya mengubah tindakan saya. Namun, waktu tidak bisa diubah. Itu tidak bisa diperbaiki. Ini tidak akan pernah terjadi dan tidak pernah berhenti. Semoga kita tidak termasuk golongan manusia yang merugi karena menyia-nyiakan waktu. (H-5)

Komentar