Olahraga

Pelatnas Senam masih Terseok-seok

Selasa, 20 June 2017 01:45 WIB Penulis: Nurul Fadillah

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

MESKI pelaksanaan SEA Games 2017 Kuala Lumpur kini kurang dari dua bulan, cabang olahraga senam masih terkendala tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas). Ketiadaan pelatnas tersebut membuat pesenam Indonesia harus berpindah-pindah tempat latihan. Pendanaan pelatnas pun masih harus disokong pihak swasta. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) Ilya Avianti mengatakan, sejak renovasi kawasan Gelora Bung Karno dilakukan, pihaknya tidak lagi memiliki kantor dan tempat latihan untuk para pesenam Indonesia. Karena itu, mereka masih mencari bapak asuh yang dapat membantu membina organisasi. "Harapannya ada BUMN yang peduli. Selain itu, pemerintah agar segera memastikan kapan cabang olahraga senam ini mendapat tempat pelatihan nasional ( pelatnas)," kata anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tersebut saat dihubungi di Jakarta Senin (19/6).

Di tengah keterbatasan, pesenam Indonesia yang sempat menjalani latihan di Doha, Qatar, pada Maret-April lalu itu mampu merebut tiga medali perunggu di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) IV Baku, Azerbaijan, 12-15 Mei. Medali dipersembahkan Rifda Irfanaluthfi, Audi Ashar Arif, dan nomor tim. Secara terpisah, Ketua I PB Persani, Ita Juliati, mengatakan semakin menurunnya prestasi cabang senam Indonesia sejak 10 tahun terakhir membuat pihaknya harus jungkir balik mencari dana dari pihak ketiga.

Semua dilakukan demi melakoni uji coba dan latihan para pesenam ke luar negeri. "Itu kami lakukan karena senam tidak mendapatkan kucuran dana dari pemerintah," tuturnya.
Beruntung, beberapa pihak yang peduli membuat pesenam Indonesia bisa merasakan latihan di Qatar. Dengan segala keterbatasan yang ada, PB Persani tetap optimistis senam Indonesia mampu bangkit di Malaysia nanti. PB Persani pun menargetkan setidaknya satu medali emas pada multiajang dua tahunan tersebut. Peluang meraih podium tertinggi berada di disiplin artistik.

Pecah rekornas
Performa perenang Indonesia yang diproyeksikan ke SEA Games 2017 meningkat sangat pesat pada saat bertanding di kejuaraan bertajuk Neo Garden 13th Singapore National Swimming Championship 2017. Pada turnamen yang berlangsung di OCBC Aquatic Centre, Singapura, pekan lalu tersebut, 10 rekor nasional mampu dipecahkan skuat 'Merah putih'.

Mereka yang memecahkan rekor di antaranya I Gede Siman Sudartawa di nomor 100 meter gaya punggung, Aflah Fadlan Prawira (800 meter gaya bebas, 400 meter gaya ganti perorangan putra), Ressa Kania Dewi (200 meter gaya bebas putri, 400 meter gaya bebas, dan 200 meter gaya ganti perorangan putri, tim estafet putri), Patrisia Yosita (100 meter gaya bebas putri), dan Ananda Treciel Vanessa Evato (50 meter gaya dada putri).

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia, Harlin Rahardjo, mengaku sangat mengapresiasi peningkatan performa para atlet renang mereka. "Namun, saya harap para perenang dan pelatih pelatnas jangan lekas berpuas diri karena medan perang sesungguhnya ialah SEA Games 2017 dua bulan lagi. Semoga hasil yang ini lebih memotivasi tim renang untuk lebih baik," pungkasnya.

(R-3)

Komentar