Pesona

Sentuhan Victoria hingga Batik Kudus

Ahad, 18 June 2017 09:36 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari

MI/Ramdani

SEDERHANA dan nyaman. Dua hal itu yang dijadikan patokan label Suri Indonesia dan Mos by Dilla untuk koleksi yang dipresentasikan pada gelaran Ramadan Runway 2018 di Kota Kasablanka, Sabtu(3/6). Kedua desainer label tersebut tak menyertakan aplikasi payet ataupun batuan sehingga menjadikan koleksinya tampil ringan dan tetap elegan.

Rina Suri, perancang dari label Suri Indonesia, hanya memberikan sentuhan era Victoria pada 10 koleksi yang pengerjaannya dilakukan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Aksen tersebut terlihat pada penggunaan ruffle di bagian kerah, aksen tumpuk pada baju dengan kerah tinggi, juga potongan lengan yang lebar dengan kerutan serta pita di bagian pergelangan.

"Ingin yang minimalis dan sederhana, termasuk juga dalam pilihan warna seperti abu, putih, serta hitam yang memang sudah menjadi pegangan sejak awal kami masuk ke pasar fesyen sehingga bisa kembali dikenakan sehari-hari seusai Lebaran nanti," kata Rina saat dihubungi Media Indonesia.

Suri Indonesia menghadirkan atasan dengan potongan A line serta model terusan loose berbahan twill, crepe, serta brukat di beberapa koleksinya. Rina juga menghadirkan gaya berhijab baru yang diakuinya tidak memerlukan waktu lama untuk bisa tampil gaya, yaitu dengan penggunaan dalaman yang menutupi kepala hingga leher, baru kemudian diberi potongan tulle yang diikat dengan pita mulai bagian depan hingga ke belakang kepala.

Koleksi sederhana lain dengan pilihan warna-warna lembut dihadirkan Dilla, pemilik label Mos. Tidak ada inspirasi khusus, kata perempuan yang tak pernah menyicip sekolah desain ini. Semua hanya karena keinginan menyiapkan busana yang sederhana dan berbahan nyaman.

Aplikasi yang dipilihnya pun hanya berupa rumbai-rumbai (lipit), dengan penempatan di bagian pergelangan tangan, dada, serta bahu.

Permainan aksen bordir
Aplikasi bordir tampil cantik berpadu dengan material bermotif yang dihadirkan label Sodagar. Terusan bermotif dengan warna paduan putih dan ungu muda dibubuhi bordir pada bagian dada. Potongan lain ditampilkan pada atasan dengan volume di bagian bawah, diberikan aplikasi bordir pada bagian dada serta lengan. Nurita Hadi Dewi, perancang di balik label Sodagar, mengatakan ciri khas labelnya memang terletak pada aplikasi bordir. Untuk siluet, Nurita memang lebih banyak menghadirkan kaftan dan gamis dengan potongan loose yang di beberapa koleksi juga diberi aksen drapery (lipit).

"Pengerjaannya sudah sejak enam bulan yang lalu karena kami produksi massal. Bordirnya dengan mesin, tetapi bukan komputer. Untuk material, kami menggunakan katun dan viscose, ada juga katun print yang motifnya kami pilih dari batik Cirebon," tukas Nurita.

Bagi Anda yang menginginkan busana senada (sarimbit) untuk keluarga, dapat melirik label Sisesa. Motif Menara Kudus menjadi pilihan tiga kakak beradik, Siriz, Senaz, dan Sansa, yang merupakan pemilik dan desainer label ini.

Pilihan koleksinya, antara lain, baju dengan kerah koko dan bulat dibalut dengan potongan modern semakin apik dengan nuansa ombre yang disertakan dalam cetak digital motif tersebut. Untuk istri, busana terusan berpotongan longgar dan diberikan motif serupa di beberapa sisi lalu dipadukan dengan aplikasi lipit, kerut, hingga tumpuk. Tak ketinggalan, butiran swarovski juga dibubuhkan pada busana di label violet ini.

"Dengan tema Kluargi, kami ingin memperlihatkan Sisesa bisa menyediakan busana hari raya untuk keluarga. Untuk laki-laki pun kami pilih warna solid sehingga tetap terlihat gagah. Sementara itu, untuk anak-anak, ada bahan katun, denim, jersey sehingga tetap nyaman saat bergerak," ungkap Senaz yang melakukan uji coba material anak pada putra-putri mereka. (M-3)

Komentar