Wirausaha

Berkah Alat USG

Ahad, 18 June 2017 03:01 WIB Penulis: Zat/M-2

MI/IIS ZATNIKA

ANDRI Havyatra Lubis, 40, memperlihatkan peranti USG di ruang periksanya. “Alat ini istimewa karena USG yang saya lakukan bukan cuma sebatas memenuhi ketentuan BPJS yang dibatasi hanya empat kali. Namun, kami memutuskan memberikan layanan USG tambahan gratis, dengan syarat kehamilan pertama atau kedua. Kami melakukannya pada bulan ke 4 dan 7, di waktu yang kami rasa juga penting untuk mendeteksi posisi bayi, menghindari penyulit,” ujar Andri.

Nyatanya, keputusan itu, kata Andri, selain menjadi program berkontribusi buat sekitar, mendapat respons positif dari PT Nikomas Gemilang. Industri alas kaki yang melayani merek global itu mendaftarkan 7.000 karyawan di Klinik Andri Medistra.

“Mungkin karena program kami ini dibicarakan masyarakat, dan terdengar pihak Nikomas, kami dianggap menyediakan layanan kesehatan yang baik,” ujar Andri.

Dokter tetap

Dalam merespons kebijakan kendali mutu dan biaya, yang berwujud pada besaran kapitasi Rp8.000 per pasien yang terdaftar di kliniknya, Andri memutuskan memberlakukan sistem dokter tetap pada lima tenaga medis di Klinik Andri Medistra Ciruas serta di klinik-klinik lainnya.

“Hitung-hitungannya, yang mempertemukan kepentingan klinik, mutu layanan juga kepentingan dokternya sendiri, berujung pada sistem dokter tetap itu. Supaya mereka nyaman fokus menjadi dokter keluarga dan di satu sisi memiliki tingkat kehidupan yang baik,” ujar Andri.

Sementara itu, kebijakan kendali mutu, kata Andri, dijaga dengan terus memperbaiki sistem layanan, termasuk dengan memanfaatkan hasil riset yang dilakukan mahasiswa Fakultas Kedokteran di kliniknya.

“Ternyata ada keluhan soal waktu menunggu obat racikan, nah itu kami terus cari solusinya. Perbaikan terus menerus itu penting karena kami juga terus diawasi dengan sistem kredensial yang dilakukan BPJS Kesehatan,” ujar Andri. (Zat/M-2)

Komentar