Gaya Urban

Potret Keberagaman

Ahad, 18 June 2017 01:01 WIB Penulis: Zuq/M-3

MI/Adam Dwi

GAYA tari klasik terkenal dengan tingkat kesulitan dan butuh usaha keras untuk menguasainya. Martini punya cara untuk mengajarkan tari. Pertama, ia mengharuskan anggotanya untuk me­nguasai dasar dari gerak dasar tari Jawa. Menurutnya tari dasar itu membentuk wiraga (raga/teknik). Kemudian dia baru mengajarkan Tari Rantaya sebagai tari pertama yang harus dikuasai.

“Jadi mengapa Rantaya saya tanamkan di sini? Karena itu awal dari bisa menari jawa. Jadi wiraganya, ya, ada latihan srisig, ukel, pacak gulu, kenser, dan beberapa olah tubuh lainnya yang membentuk adek-adek (dasar) tari Jawa,” ujarnya.

Sepertinya, komunitas Purwakanthi bisa menjadi model komunitas tari yang meneguhkan keberagaman. Selain Laras yang menjadi agggota termuda, masih ada Teddy Muslich yang merupakan satu-satunya anggota pria di Purwakanthi. Meski demikian, Teddy merasa diterima dan bisa berbaur dengan anggota lain yang kebanyakan wanita.

“Rempong sih enggak, ramai iya,” ujar Teddy sembari tertawa setelah menyelesaikan cerita tentang keseruan latihan bersama ibu-ibu Purwakanthi. (Zuq/M-3)

Komentar