Foto

Seribu Bulan di Istiqlal

Ahad, 18 June 2017 00:16 WIB Penulis: SUMARYANTO BRONTO

MI/Sumaryanto Bronto

HUJAN terasa sangat indah dan syahdu pada Jumat (16/6) dini hari. Begitulah yang terasa kala berdiam di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Derai air yang jatuh dari langit bagai melodi untuk lagu kekhusyukan. Syairnya ialah lantunan ayat-ayat suci Alquran dari jemaah yang memenuhi masjid kebanggaan bangsa itu.

Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, suasana di Masjid Istiqlal kian hidup. Ia tidak terkalahkan oleh pusat-pusat belanja yang menawarkan segala rayuan diskon tengah malam. Malah ia bagai surga bagi mereka yang tidak lagi haus duniawi.

Baik pria maupun perempuan dari berbagai daerah, bahkan berbagai negara, datang untuk memaksimalkan ibadah. Semangat orang per orang itu menjadi rantai yang mengalirkan energi positif ke orang per orang lainnya. Meski masing-masing larut dalam kekhusyukan, sesungguhnya ada energi bersama yang semakin menggelorakan keteguhan menggapai malam kemuliaan, lailatulkadar.

Karena itu, nikmat malam-malam di Istiqlal itu tidak lagi terasa hanya hitungan jari, tetapi waktu berjalan lambat bagai seribu bulan karena kenikmatan ibadah.

Karena itu, dengan Masjid Itiqlal pula kita mengingat akan satu gambaran indah bangsa ini. Kita bukan saja bangsa yang agamais, melainkan juga bersatu dalam meraih keberkahan. (M-3)

Komentar