Otomotif

Calya Dorong Pasar LCGC

Kamis, 15 June 2017 07:30 WIB Penulis:

MI/M. Soleh

KEHADIRAN Calya, kendaraan low cost green car besutan Toyota, memberi nuansa baru pada pasar multipurpose vehicle (MPV).

Calya yang dirilis Agustus 2016 berhasil mendorong pasar LCGC dan membuat pasar kendaraan MPV lebih dinamis.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan Toyota Calya berhasil menjadi mobil terlaris kedua di 2017.

Total penjualan mobil itu sampai April 2017 sudah 80 ribu unit.

Bahkan, dalam tiga bulan pertama 2017, mobil dengan tujuh penumpang itu mampu terjual 20.359 unit, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kompetitor lain.

Dengan angka penjualan tersebut, Calya berkontribusi 54,5% terhadap pasar LCGC sekaligus menyumbang 17,4% pasar MPV secara nasional.

Angka itu tentu jauh di atas pesaingnya, seperti Sigra dan Datsun Go, yang angka penjualan mereka masing-masing 9.904 unit dan 2.344 unit.

Posisi memimpin pada Calya, menurut Vice President Director Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto, disebabkan kendaraan LGCC tersebut sejak dirilis sudah menjadi 'buah bibir' di masyarakat.

"Kalau suatu produk sudah menjadi buah bibir, sebenarnya lebih cepat daripada iklan. Kalau melihat dari laporan, hampir semua wilayah sudah mengenal Calya," kata Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut yang menjadi salah satu pemicu tingginya penjualan dan surat pemesanan kendaraan yang dicatatkan mobil berjenis MPV 7-seater tersebut.

Selain itu, Calya hadir sebagai solusi kendaraan yang dibutuhkan penumpang, yakni mampu memuat tujuh orang, mampu menempuh berbagai medan, dan harga yang terjangkau.

Harus diakui, kehadiran Calya melahirkan fenomena tersendiri.

Dengan spesifikasi terbatas sebagai kendaraan LCGC, mobil ini tetap mampu memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia yang memang menyenangi jenis kendaraan keluarga atau MPV.

Banyaknya Calya digunakan sebagai taksi berbasis aplikasi (online) juga kian menunjukkan kendaraan ini diminati secara luas oleh konsumen otomotif Indonesia.

Karakteristiknya sebagai MPV membuat Calya memiiliki kemampuan mengangkut banyak penumpang sesuai dengan kapasitasnya maupun barang-barang.

Bahkan, mobil ini banyak terlihat melintasi jalan-jalan raya yang menghubungkan dua provinsi.

Didukung Toyota dan jangkauan jaringan aftersales service yang luas, layak kalau sejak kehadiran Calya mampu mendominasi pasar segmen MPV di kelas LCGC. (Ria/S-4)

Komentar