celoteh

3S

Senin, 12 June 2017 08:18 WIB Penulis: Ronal Surapradja

Ronal Supradja -- MI/Permana

SETIAP harinya saya memulai kehidupan sejak pukul 05.00 karena memulai siaran radio pukul 06.00. Dalam perjalanan biasanya saya membuka media sosial untuk cari tahu berita terkini sekaligus lihat timeline orang-orang yang saya follow hehe. Begitulah tanggung jawab seorang penyiar setiap mengawali hari, harus lebih banyak baca dan lebih banyak cerita daripada pendengarnya. Soalnya kalau enggak banyak tahu atau ceritanya enggak seru, siapa yang mau dengerin? Hehe.

Di tengah scrolling mata dan jari saya terhenti di status seorang teman yang menulis demikian, ‘-- Good Morning, Let’s the stress begin. #sigh’.

Ini sebetulnya kalimat penyemangat atau curhat sih?

Di zaman sekarang ini rasanya semua pernah mengalami stres. Ada yang sadar ada yang tidak, ada yang mengakui ada juga yang menyangkalnya.

Bangun pagi stres karena kurang tidur, di jalan stres karena kemacetan atau karena kelakuan pengguna jalan, di kantor stres karena target atau deadline, dengan pasangan stres karena jadi sering miskomunikasi. Niat pulang cepat ke rumah biar bisa ketemu anak tapi telat pulang karena kerjaan menumpuk ditambah kemacetan sesampainya di rumah anak sudah tidur, stres lagi. Beralih ke ibunya anak-anak, eh sudah tidur menghadap tembok, lengkaplah sudah hehe. Begitu berulang setiap hari.

Tidak aneh jika banyak yang sejak pagi sudah memasang ‘wajah perang’, bersumbu pendek, sensitif, kecolek sedikit langsung meledak.

Penyakit manusia modern yang sering saya temukan di sekitar ialah 3S: stres, stroke, dan akhirnya setop (meninggal). Stres memang bersahabat karib dengan stroke. Saya punya beberapa teman yang bahkan lebih muda usianya meninggalkan saya terlebih dahulu.

Ketika saya cerita mengenai hal ini ke ustaz, beliau berkata bahwa ternyata obat penyakit 3S itu juga 3S. Lo, kok, bisa?

Jadi, kata beliau untuk mengobati stres, stroke, dan setop itu dengan melakukan 3S: salat, saum, dan sedekah.

Beliau bilang dalam logat Betawi yang kental, “Mumpung kita sedang ada di Ramadan, banyak-banyakin deh yang namanya shalat, shaum, dan sedekah, apalagi nilai ibadahnya dikaliin berkali-kali.”

Nah salat yang biasa hanya lima waktu di Ramadan ini pasti akan ditambah sama Tarawih kan? Kalau belum cukup, tambah lagi dengan salat Tahajud dan salat sunah lainnya. Jika salatnya benar, seharusnya kita akan merasa sehat jiwa dan raga. Salat itu hakikatnya kita berbicara dengan bumi, tapi didengar yang ada di langit. Makin banyak kita bicara, pasti yang didengar-Nya pun lebih banyak.

Nah puasa, udah pasti bakal sebulan penuh kan?

Dengan puasa, kita akan belajar mengendalikan hawa nafsu. Bukankah semua masalah yang menyebabkan stres itu berasal dari hati dan tubuh yang selalu mengikuti hawa nafsu? Hawa nafsu selalu memaksa kita untuk ingin memiliki, bahkan terkadang ingin memiliki yang bukan hak kita. Dengan saum kita belajar untuk melepas rasa ingin memiliki itu.

Sedekah, nah, ini juga salah satu penangkal 3S yang pertama. Mumpung Ramadan, kita lebih sering lakukan yuk! Saya yakin tidak akan ada orang yang jadi miskin karena banyak sedekah. Lagi pula untuk sedekah tidak perlu menunggu kaya dulu kan? Percayalah kalau ‘matematika’ kita dengan Allah itu berbeda. Ustaz saya bilang, “Kalau kita memperhatikan orang lain, Allah yang akan memperhatikan kita. Kalau kita membantu orang lain, Allah yang akan membantu kita.”

Jadi, mari kita hadapi 3S stres, stroke, dan setop dengan 3S salat, saum, dan sedekah. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. (H-5)

Komentar