Foto

Menghindari Petaka di Cipali

Sabtu, 10 June 2017 23:45 WIB Penulis: Ramdani

MI/Ramdani

DI atas rumput pembatas jalan, seorang sopir membaringkan tubuhnya, sedangkan sang kernet duduk terdiam. Tepat di sebelah mereka ada mobil boks yang terjungkal dengan sisi bagian pengemudi mencium tanah.

“Baru saja kejadian, Mas, ngantuk sedikit, kaget, truk oleng, tiba-tiba terbalik dalam hitungan detik,’ ucap mereka terbata-bata sambil berusaha menenangkan diri, Kamis (1/7).

Berjarak sekitar 30 km dari titik itu, masih di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), petugas derek berusaha mengevakuasi kendaraan pengangkut uang yang juga mengelami kecelakaan.

Dua kecelakaan itu menambah daftar kecelakaan tunggal yang terjadi di ruas tol yang membentang 116 kilometer yang menghubungkan daerah Purwakarta dengan Cirebon, Jawa Barat, itu. Pemandangan kendaraan yang terbalik ataupun terparkir di tepi jalan karena patah as bukan hal sulit ditemui.

Data kepolisian Jawa Barat mencatat pada tahun pertama (2015) beroperasi, terjadi 88 kecelakaan yang mengakibatkan 41 korban meninggal, 17 luka berat, dan 92 luka ringan. Sementara itu, data 2017 hingga April 2017 mencatat kecelakaan yang terjadi di sepanjang tol mengakibatkan 5 korban meninggal, 7 luka berat, dan 14 luka ringan.

Dari data tersebut, kecelakaan yang terjadi lebih disebabkan kelalaian pengemudi (human error) akibat mengantuk dan kelelahan. Selain itu, faktor teknis kendaraan dan infrastruktur jalan.

Kini menjelang Idul Fitri 2017, Cipali akan kembali menjadi jalur favorit untuk melintasi Jawa. Kepadatan pun tampak bakal terjadi lagi, seiring dengan prediksi pemerintah bahwa jumlah pemudik mengalami peningkatan 6,8%.

Daftar kecelakaan semestinya bukan hanya jadi ratapan, melainkan pembelajaran mahal. Pemudik harus paham betul arti berkendara yang bertanggung jawab. Jangan lelah dan rasa kantuk justru mengantarkan pada petaka. (M-3)

Komentar