TAFSIR AL-MISHBAH

Syukurilah Anugerah Allah

Jum'at, 9 June 2017 07:50 WIB Penulis:

MI/Duta

TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Surah Saba' ayat 10 hingga 14. Ayat tersebut menceritakan kisah Nabi Daud AS dan Sulaiman AS.

Quraish Shihab mengatakan kedua nabi tersebut mendapatkan beberapa kemuliaan dari Allah SWT untuk menuntun umat menuju jalan yang diridai Allah.

Keistimewaan dan anugerah yang diberikan Allah kepada mereka tidak diberikan kepada manusia-manusia biasa.

"Di ayat tersebut Allah SWT menjelaskan kami telah menganugerahkan kelebihan pada Daud. Anugerah yang diberikan Allah SWT tersebut berupa kelebihan yang tidak diperoleh semua orang dan didapatkannya secara langsung dari Allah SWT," ujarnya.

Nabi Daud AS terkenal dengan serulingnya. Keistimewaannya membuat gunung-gunung bertasbih mengikutinya.

Menurut Quraish, hal itu mengisyaratkan manusia harus bersahabat dengan lingkungan.

"Allah SWT menganugerahkan alam raya bukan untuk ditundukkan manusia, melainkan menjadi sahabat," ujar Quraish.

Sementara itu, Nabi Sulaiman AS memiliki keistimewaan mengendalikan arah angin.

Ia juga bisa mencairkan tembaga. Untuk kepentingannya itu ada jin yang bekerja, antara lain membuat patung. Namun, itu tidak untuk disembah.

Oleh karena itu, ada ulama yang mengatakan membuat patung itu boleh-boleh saja asal tidak disembah.

"Dia juga memerintahkan jin untuk membuat (peralatan), di antaranya alat makan dan minum," katanya.

Namun, betapa pun besar dan hebatnya, Nabi Sulaiman tidak mampu memberikan makan kepada semua binatang.

Namun, Allah memberi makan semuanya dengan memberi lahan di bumi yang bisa mereka manfaatkan untuk mencari makan.

Quraish mengatakan sesungguhnya Allah tidak hanya memberikan keistimewaan kepada nabi, tetapi juga kepada semua manusia.

Siapa pun bisa memperoleh keistimewaan dari Allah, tapi nabi berbeda.

Nabi mendapat wahyu langsung dari Allah, sementara itu manusia mendapat informasi dari Allah paling banyak hanya melalui mimpi.

"Yang pasti, nabi mendapatkan wahyu atau informasi langsung dari Allah SWT. Keistimewaan yang tidak ada lagi sekarang. Manusia biasa juga memiliki keistimewaan, tetapi dalam hal tertentu tidak mungkin sama dengan keistimewaan yang dimiliki nabi," ujar Quraish.

Meski anugerah yang diperoleh manusia berbeda dengan nabi, manusia wajib selalu bersyukur atas setiap nikmat dalam kehidupan yang dijalaninya.

Syukur itu menggunakan nikmat Allah sesuai dengan anugerahnya.

Misalnya, manusia dianugerahi mata untuk melihat yang baik.

Jika kemudian digunakan untuk melihat yang buruk, berarti ia tidak bersyukur.

Beragam kekayaan yang diberikan Allah di bumi juga harus disyukuri dengan dijaga dan diperlakukan secara baik.

Namun, sayang hal itu hanya sedikit dilakukan manusia. (Pro/H-2)

Komentar