Lingkungan

Indonesia Gandeng Jepang Pantau Kabut Asap

Kamis, 8 June 2017 16:30 WIB Penulis: Putra Ananda

ANTARA FOTO/Rony Muharrman

DALAM rangka penguatan data deteksi dan peringatan dini kebakaran hutan dan lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan badan antariksa Jepang, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) untuk memantau dampak asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles Brotestes Panjaitan mengungkapkan selain JAXA, KLHK juga direncanakan akan bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kerja sama ini diberi nama safe project.

"Project safe ini dilakukan untuk memantau situasi kabut asap di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun kedepan," ujar Raffles di Jakarta, Kamis (8/6).

Lokasi pelaksanaan safe project ini akan dilakukan di provinsi-provinsi rawan kebakaran hutan seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Empat provinsi itu dianggap berpotensi menyebabkan asap lintas batas atau Transboundary Haze Polution.

"Angin yang mengarah ke utara atau timur laut itu asapnya bisa mengarah ke Singapur atau Malaysia," tuturnya.

Hingga pertengahan 2017 ini, jumlah titik panas di seluruh Indonesia terus menunjukkan tren turun. Berdasarkan data KLHK sampai 20 April 2017, telah terdeteksi sebanyak 255 titik di seluruh Indonesia.

"Sebagai perbandingan kondisi pada periode yang sama 2015 terdeteksi 1.820 titik," tambahnya. (X-12)

Komentar