TAFSIR AL-MISHBAH

Dia Mencipta dan Merawat Segalanya

Kamis, 8 June 2017 09:00 WIB Penulis: Quraish Shihab

UTA

DALAM Tafsir Al-Mishbah bersama Quraish Shihab pada puasa Ramadan hari 13 ini, dibahas tentang Alquran Surah ke-34, yakni Surah Saba’ ayat 1 sampai 9. Surah Saba’ ialah satu dari lima surah dalam Alquran yang dimulai dengan alhamdulillah.

Surah lainnya dalam Alquran yang dimulai dengan alhamdulillah ialah Surah Al-Fatihah, Al-An’am, Al-Kahfi, dan Surah Fathir. Kalau kita perhatikan kelima surah tersebut, ujar Quraish, kesimpulannya bahwasanya nikmat Allah itu ialah mewujudkan dan memelihara. Dia wujudkan segala sesuatu yang ada di dunia ini dan Dia juga yang merawatnya. Begitu pula di akhirat; mewujudkan dan memelihara.

Dalam Surah Saba’ dikatakan bahwa Dia yang mencipta, Dia yang mengatur, dan Dia yang mengendalikan. “Itu namanya kepemilikan mutlak,” kata dia.

‘Segala puji hanya bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat dan Dia-lah Yang Mahabijaksana, lagi Mahateliti.’ (QS Saba’:1)

Empat hal yang berkaitan dengan pujian kepada Allah yang disebut dalam surah-surah itu, lanjut Quraish, dicakup alhamdulillah pada Al-Fatihah. Kesimpulannya, seseorang dituntut untuk memuji Allah karena Dia telah mewujudkannya di dunia ini dan memberikan sarana pemeliharannya. Kemudian setelah kematian manusia, Dia mewujudkan lagi dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Kata ‘al’ memiliki banyak makna. Salah satu maknanya ialah ‘segala sesuatu’. Jadi, alhamdulillah berarti ‘segala sesuatu puji untuk Allah’. Jadi kita tidak memuji manusia.

“Anda bisa saja memuji dokter karena dokter memberi resep yang tepat. Namun, Anda, saya, dan dokter, tidak akan berhasil, kecuali Allah memberikan kemampuan untuk itu. Jadi yang dipuji segalanya kembali kepada Allah,” tutur Quraish.

Bila kita diberi utang oleh seseorang, lanjutnya lagi, kita boleh berterima kasih kepada pemberi utang. Namun, sebenarnya pujian itu kembali kepada Allah karena kalau Allah tidak menggerakkan hati orang itu memberi utang, itu tidak akan terjadi. Sesungguhnya, pernyataan segala puji bagi Allah ditunjukkan berkat kekuasaan-Nya yang terjadi di dunia ini.

Hikmah, tuturnya, biasa diartikan bijaksana. Salah satu makna bijaksana ialah melakukan sesuatu untuk meraih manfaat atau melakukan sesuatu untuk menghindari mudarat. Kata hikmah berasal dari akar kata bermakna kendali, yang berfungsi mengantar ke tujuan.

Orang yang bijak, ujar Quraish, selalu berusaha mencari yang baik. Bila tidak dapat, ia akan menghindar dari keburukan. “Kalau Anda mendapat musibah, boleh jadi musibah tersebut untuk menghindarkan Anda dari keburukan,” kata dia. (Fik/H-2)

Komentar