Otomotif

Mercedes Benz Serahkan 12 Bus Tingkat untuk Lorena

Kamis, 8 June 2017 02:30 WIB Penulis: (Beo/S-2)

MI/BUDI ERNANTO

PERUSAHAAN Otobus Lorena Transport dan Karina Transport bersiap menyambut arus mudik dengan menambah armada baru yang berupa 12 unit double decker (bus tingkat).
Seluruh unit itu merupakan produk Mercedes Benz dan diserahkan langsung kepada Lorena Holding Company, induk dari Lorena dan Karina, pada Selasa (6/6), di Jakarta.
"Bus 2543 double decker untuk Lorena dan Karina ialah yang terbaru. Bus tersebut merupakan kendaraan yang dilengkapi dengan mesin yang lebih bertenaga serta fitur-fitur keselamatan terbaru, antara lain ABS, ESP, dan ASR," kata Managing Director Commercial Vehicle Mercedes-Benz Indonesia Ralf Kraemer.

Kraemer menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih karena Lorena Holding Company selalu memilih Mercedes Benz sebagai armada utama sejak perusahaan tersebut berdiri pada 1970. Saat itu GT Soerbakti yang merupakan pendiri Lorena Holding Company memesan dua unit bus buatan Mercedes Benz. "Kami akan selalu selalu berkomitmen dan mendukung industri transportasi di Indonesia dengan menawarkan produk-produk terbaik dan layanan purnajual. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Lorena untuk mempercayakan armada bus terbarunya kepada Mercedes Benz," sambung Kraemer.

Sementara itu, Managing Director Lorena Transport Dwi Rianta Soerbakti menjelaskan, dari 12 unit bus baru itu, 9 melayani rute Jakarta-Madura. Sisanya untuk jurusan Jakarta-Surabaya-Malang. Rencananya bus baru Lorena dan Karina tersebut akan memulai perjalanan perdana pada 11 Juni mendatang. "Kami berinvestasi di setiap unit sekitar Rp3,5 miliar. Tahun ini baru ada 12 unit, nanti semester awal tahun depan tambah lagi delapan unit. Kami mungkin bukan yang pertama meluncurkan double decker, tapi kami yang memiliki armada terbanyak untuk jenis itu," terang Rianta seusai serah terima bersama Kraemer.

Dengan adanya bus baru, jumlah armada yang melayani jurusan Jakarta-Madura menjadi 69 bus. Total armada trayek Jakarta-Surabaya-Malang menjadi 49 bus. "Kami ke depannya akan mengganti seluruh bus dengan double decker bertahaplah, bisa Lorena terlebih dahulu," ujar Rianta. Ia menambahkan, pihaknya sengaja menyasar jurusan yang tidak bersinggungan dengan jalur pesawat terbang. "Madura memang ada bandara di sana? Ke Malang, meski ada bandara, kebanyakan orang lebih memilih untuk ke Surabaya dulu baru ambil jalur darat. Nah, kami menawarkan kemudahan, terlebih bus ini nyaman dan mewah. Ada TV di setiap bangku, lalu sandaran kaki, pendingin udara, air minum, toilet, dan ruangan merokok," pungkas Rianta.

Komentar