TAFSIR AL-MISHBAH

Jagalah Ucapan dan Amanah

Rabu, 7 June 2017 06:00 WIB Penulis: (Rul/H-2)

Quraish Shihab---MI/Seno

TAFSIR Al-Mishbah kali ini membahas zaman Nabi Musa AS, saat orang-orang Bani Israil kerap mengganggu dan menyakiti Nabi dengan ucapan dan tuduhan yang menyakitkan hati. Umat Nabi Musa memang orang-orang yang banyak bicara dan sedikit berpikir. Karena itulah, menurut Quraish Shihab, Allah menurunkan surah ke-33, yaitu Surah Al-Ahzab ayat 69 sampai 71. Dalam firmannya Allah mengatakan: ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (dari Bani Israil) yang mengganggu dan menyakiti) Musa (dengan ucapan dan tuduhan yang menyakitkan hati); maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan dia (Nabi Musa AS) di sisi Allah adalah seorang yang terhormat.”

Dalam ayat selanjutnya, Allah mengatakan manusia sejatinya harus bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar dan tepat. Setiap orang diharuskan berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Jika ingin berbicara, seseorang hendaknya memikirkan perkataannya benar atau salah. Jika sudah benar, harus dipikirkan lagi apakah sudah pada tempatnya atau tidak, kemudian dipikirkan juga apakah sudah sesuai dengan waktu atau tidak, dan terakhir yang harus dipikirkan ialah apakah sesuai dengan sasaran atau tidak.

Melalui proses berpikir yang panjang, ujar Quraish, seseorang dapat mengeluarkan perkataan yang tepat. Namun, jika seseorang terpeleset lidahnya dan mengucapkan kata-kata buruk padahal ia tidak bermaksud mengucapkannya, Allah akan mengampuni dosanya jika ia meminta maaf atas ucapan tersebut. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah ayat 71 yang berbunyi: ‘Pasti dia memperbaiki, bagi kamu, amal-amal kamu dan mengampuni, bagi kamu, dosa-dosa kamu. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan yang sangat besar.”

Menurut Quraish, kesalahan yang paling sering dilakukan manusia ialah mengucapkan kata-kata kasar kepada orang tua. Akan tetapi, jika kita tetap hormat kepada orang tua dan mengucapkan maaf kepada mereka atas perkataan tersebut, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Secara implisit, ujarnya, firman tersebut juga mengajarkan bahwa ucapan yang baik akan mengantarkan kita untuk melakukan hal yang baik, sedangkan ucapan yang buruk akan diampuni Allah jika kita meminta maaf dan hati kita masih tetap menghormati orang tersebut.

Dalam ayat selanjutnya, yakni Surah Al-Ahzab ayat 72, diajarkan bahwa seseorang yang diberi amanah oleh orang lain harus menjaga amanah tersebut. Jika seseorang mengamanahkan sesuatu kepada kita, dalam bentuk barang, ucapan, dan sebagainya, berarti orang tersebut iman alias percaya kepada kita. Yang menjadi pelajaran dalam firman Allah ini ialah kita sepatutnya berhati-hati dalam menerima amanah dan memberikan amanah kepada orang lain. (Rul/H-2)

Komentar